REDAKSI8.COM, BANJAR — Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperketat pengawasan terhadap peredaran pangan di tengah masyarakat. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), kegiatan pengawasan keamanan pangan sekaligus pengambilan sampel komoditas dilakukan di Kecamatan Gambut dan Kecamatan Kertak Hanyar, Kamis (30/4/2025).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah untuk memastikan bahan pangan yang beredar benar-benar aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, menegaskan bahwa pengawasan ini tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga strategis dalam melindungi masyarakat dari potensi bahaya pangan yang tercemar.
“Melalui pengawasan dan pengambilan sampel, kami ingin memastikan bahwa pangan yang beredar aman dikonsumsi. Di sisi lain, kami juga mendorong pelaku usaha agar semakin sadar pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan,” ujarnya.
Pengawasan dilakukan secara langsung di sejumlah titik distribusi pangan, seperti pasar tradisional, toko bahan makanan, hingga pelaku usaha pangan di kedua kecamatan tersebut. Tim dari Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (PKKP) turut menyisir berbagai komoditas yang menjadi konsumsi harian masyarakat.
Kepala Bidang PKKP, Sudarto, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini tim tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengambil sampel untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.
Beberapa komoditas yang menjadi fokus pengambilan sampel antara lain wortel, daun bawang, bayam, cabai merah, cabai rawit, tomat, seledri, buncis, hingga buah-buahan seperti anggur dan apel.
“Pengujian ini penting untuk memastikan bahwa produk tersebut bebas dari residu bahan berbahaya, seperti pestisida berlebih atau zat kimia lainnya, serta memenuhi standar keamanan pangan,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi langsung kepada para pedagang dan pelaku usaha. Analis Ketahanan Pangan Muda, Rully, bersama tim memberikan pemahaman terkait cara penyimpanan, penanganan, hingga distribusi pangan yang baik dan higienis.
Edukasi ini dinilai penting karena keamanan pangan tidak hanya ditentukan dari proses produksi, tetapi juga dari bagaimana pangan tersebut ditangani hingga sampai ke tangan konsumen.
Melalui kegiatan ini, DKPP Banjar berharap pengawasan keamanan pangan dapat semakin optimal, sekaligus meningkatkan kesadaran para pelaku usaha untuk menjaga mutu produk yang dijual. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa lebih aman dalam mengonsumsi bahan pangan sehari-hari.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui penyediaan pangan yang berkualitas, aman, dan terpercaya.



