REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ikan dan kelestarian lingkungan budidaya, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar kegiatan Sosialisasi Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya di Kecamatan Astambul, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Rusmini, perwakilan dari DKPP Banjar, para penyuluh perikanan, serta puluhan pembudidaya ikan dan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan air tawar.
Dalam sambutannya, Rusmini menegaskan bahwa kesehatan ikan dan kebersihan lingkungan budidaya merupakan faktor utama dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha perikanan di Kabupaten Banjar. Menurutnya, menjaga kualitas air dan sistem budidaya yang ramah lingkungan bukan hanya soal teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama terhadap keseimbangan ekosistem.
“Kesehatan ikan dan lingkungan budidaya sangat penting untuk meningkatkan produksi serta kualitas ikan. Jika air tercemar atau pakan tidak seimbang, maka ikan mudah terserang penyakit dan hasil panen bisa menurun. Oleh karena itu, kita harus menjaga kualitas air dan lingkungan budidaya dengan baik,” tegas Rusmini.
Dalam sosialisasi ini, para peserta mendapatkan materi dan pendampingan langsung dari tim teknis DKPP Kabupaten Banjar. Mereka menjelaskan berbagai langkah praktis dalam menjaga kesehatan ikan, antara lain:
– Memberikan pakan yang seimbang dan sesuai kebutuhan nutrisi ikan,
– Menjaga kualitas air kolam atau tambak agar tetap bersih dan memiliki kadar oksigen yang cukup,
– Melakukan pemantauan kesehatan ikan secara rutin untuk mendeteksi penyakit sejak dini,
– Serta mengelola limbah budidaya agar tidak mencemari perairan sekitar.
Selain itu, tim juga memperkenalkan konsep budidaya ikan berkelanjutan dengan pendekatan ramah lingkungan, seperti pemanfaatan bahan alami untuk pakan tambahan dan penggunaan tanaman air sebagai penyaring alami.
Kecamatan Astambul dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ikan air tawar di Kabupaten Banjar. Banyak masyarakat yang mengandalkan usaha kolam ikan sebagai sumber pendapatan utama, terutama komoditas seperti ikan nila, patin, dan lele.
Karena itu, kegiatan sosialisasi seperti ini dinilai sangat penting untuk memperkuat kapasitas para pelaku usaha agar lebih profesional dan adaptif terhadap tantangan lingkungan.
Kepala Seksi Perikanan DKPP Banjar (dalam paparannya) menjelaskan bahwa ancaman penyakit ikan dan penurunan kualitas air menjadi persoalan utama yang harus diantisipasi. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan para pembudidaya bisa melakukan pencegahan dini daripada penanganan saat wabah penyakit sudah menyebar.
“Sosialisasi ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap para pembudidaya agar lebih memahami pentingnya manajemen kualitas air, biosekuriti, dan penanganan ikan yang benar. Semua itu berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha mereka,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para pembudidaya ikan di Kecamatan Astambul dan wilayah sekitarnya mampu mengembangkan pola budidaya yang lebih efisien, higienis, dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam membangun sektor perikanan daerah yang tangguh dan berdaya saing.
Rusmini menambahkan bahwa DPRD Kabupaten Banjar akan terus mendorong dukungan kebijakan dan anggaran untuk memperkuat program pemberdayaan di sektor perikanan.
“Kita ingin para pembudidaya lokal semakin sejahtera dan mampu bersaing. Dengan menjaga lingkungan dan kesehatan ikan, kita juga menjaga masa depan generasi penerus yang menggantungkan hidupnya pada sungai dan perairan kita,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini pun ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para pembudidaya dapat langsung berkonsultasi mengenai kendala di lapangan, seperti pengendalian penyakit ikan, pemilihan bibit unggul, hingga teknik pengelolaan air yang efektif.
Dengan semangat kolaborasi dan edukasi berkelanjutan, DKPP Banjar berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan rutin di seluruh kecamatan untuk memperkuat ketahanan pangan dan perikanan daerah, sejalan dengan visi Kabupaten Banjar sebagai daerah agribisnis yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK
Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan data sebagai berikut:Nama Pemilik : HendriyantoNomor Polisi : BE 2151 AEVMerek :...



