REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar terus memperkuat akurasi data sektor pangan hingga ke tingkat kecamatan. Salah satunya melalui kegiatan updating data penggilingan padi yang berada di Kecamatan Aranio.
Kegiatan bertajuk “Updating Data Penggilingan Padi di BPP Aranio” tersebut dilaksanakan pada Senin pagi (10/8/2026). DKPP Kabupaten Banjar menggelar rapat koordinasi bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Aranio untuk melakukan verifikasi dan pemutakhiran data penggilingan padi yang tersebar di sejumlah desa.


Verifikasi dilakukan secara langsung oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani, bersama Koordinator BPP Aranio dan para penyuluh pertanian.
Langkah ini dinilai penting karena kondisi penggilingan padi di lapangan terus mengalami perubahan. Berdasarkan keterangan Koordinator BPP Aranio dan para penyuluh, terdapat sejumlah penggilingan padi yang sudah tidak beroperasi, sementara sebagian lainnya telah berpindah tangan kepada pemilik baru.
Kondisi tersebut membuat data lama perlu diperbarui agar informasi yang tersedia benar-benar menggambarkan kondisi terkini di lapangan.
“Pemutakhiran data ini menjadi penting untuk memastikan penggilingan padi yang tercatat benar-benar masih aktif dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” demikian inti kegiatan verifikasi yang dilakukan DKPP bersama BPP Aranio.
Keberadaan data penggilingan padi yang akurat tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintah. Data tersebut juga dapat memberikan manfaat langsung bagi petani.
Dengan mengetahui lokasi dan status penggilingan padi yang masih aktif, petani di sekitar Aranio dapat lebih mudah menentukan tempat untuk menggiling hasil panennya. Selain itu, data tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang membutuhkan informasi mengenai fasilitas pengolahan hasil pertanian.
Dalam proses pemutakhiran, DKPP tidak hanya mencatat keberadaan penggilingan padi, tetapi juga melakukan pendataan secara lebih rinci, termasuk nomor kontak terbaru dari pengelola atau pemilik penggilingan.
Perwakilan penyuluh dari masing-masing desa turut memberikan informasi berdasarkan kondisi yang mereka temukan di wilayah binaannya. Keterlibatan para penyuluh ini membuat proses pendataan menjadi lebih detail karena mereka memiliki informasi langsung mengenai kondisi pertanian dan sarana pendukung di desa.
Dari hasil pendataan di Kecamatan Aranio, penggilingan padi yang tersebar di sejumlah desa umumnya masuk dalam kategori penggilingan padi skala kecil.
Selain melakukan pendataan, terdapat pula satu unit penggilingan padi yang telah ditinjau untuk kemungkinan dilakukan rehabilitasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kondisi sarana pengolahan hasil pertanian secara lebih menyeluruh. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memiliki gambaran mengenai kebutuhan dan kondisi fasilitas penggilingan padi di wilayah Kabupaten Banjar.
Pemutakhiran data juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menentukan langkah kebijakan yang lebih tepat, terutama berkaitan dengan ketersediaan sarana pendukung bagi petani dan penguatan rantai pasok pangan.
Data hasil verifikasi di Kecamatan Aranio selanjutnya akan diperbarui dalam aplikasi milik DKPP Kabupaten Banjar, yakni I-Padaringan.
Aplikasi tersebut menjadi salah satu sarana penyajian informasi terkait ketahanan pangan dan perikanan di Kabupaten Banjar. Informasi yang tersedia di dalamnya tidak hanya mengenai penggilingan padi, tetapi juga berbagai data pendukung lainnya.
Di antaranya lokasi dan data penggilingan padi di seluruh kecamatan, informasi penjual beras SPHP, data kios pangan, data pembudidaya ikan, hingga informasi harga pangan terkini.
Dengan adanya pembaruan secara berkala, informasi yang ditampilkan dalam I-Padaringan diharapkan semakin relevan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Pemutakhiran data penggilingan padi di Aranio menjadi salah satu contoh bahwa pengelolaan data pangan tidak berhenti pada proses pencatatan. Data harus terus diverifikasi dan diperbarui agar dapat menjadi dasar informasi yang benar bagi pemerintah maupun masyarakat.
Bagi petani, informasi tersebut dapat membantu menemukan sarana penggilingan yang masih aktif. Sementara bagi pemerintah, data yang valid menjadi modal penting dalam menyusun kebijakan ketahanan pangan yang lebih tepat sasaran.
DKPP Kabupaten Banjar pun terus mendorong agar proses pembaruan data serupa dilakukan secara berkelanjutan di wilayah lainnya, sehingga informasi mengenai sarana dan kondisi pangan di Kabupaten Banjar semakin lengkap, akurat, dan mudah diakses.



