REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Upaya mencetak generasi baru petani yang mandiri, inovatif, dan berjiwa wirausaha terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Bidang Penyuluhan Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Petani di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kertak Hanyar, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan teknis budidaya pertanian, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi persoalan regenerasi petani yang saat ini menjadi tantangan besar di sektor pertanian Indonesia, termasuk di Kabupaten Banjar.

Bimtek tersebut merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Banjar yang dirancang untuk melahirkan petani muda yang maju, mandiri, berdaya saing, serta mampu melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Program ini merupakan replikasi dari Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), sebuah program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda di sektor pertanian yang telah terbukti mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan pertanian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita, Koordinator Penyuluh Pertanian, tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kertak Hanyar, narasumber Masrani, serta puluhan peserta yang berasal dari kalangan pemuda dan petani pemula.
Dalam arahannya, Warsita menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi persoalan serius berupa semakin berkurangnya jumlah petani produktif. Sebagian besar petani yang masih aktif saat ini telah berusia di atas 50 tahun, sementara minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian masih tergolong rendah.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena sektor pertanian merupakan tulang punggung penyedia pangan masyarakat. Apabila regenerasi petani tidak berjalan dengan baik, maka keberlanjutan produksi pangan di masa depan akan menghadapi risiko yang cukup besar.
“Pertanian membutuhkan regenerasi. Saat ini sebagian besar petani kita sudah berusia lanjut, sementara jumlah petani muda masih sangat terbatas. Karena itu, kami terus berupaya mendorong lahirnya petani milenial yang mampu mengelola usaha tani secara profesional, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan,” ujar Warsita.
Ia menjelaskan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar terus mengembangkan berbagai program untuk menarik minat generasi muda agar melihat pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan sektor usaha modern yang memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
Salah satu program yang menjadi andalan adalah Batumbang Tani Manis (Banjar Tumbuh Kembangkan Petani yang Maju, Mandiri, dan Agamis). Program tersebut menjadi wadah pembinaan dan pelatihan bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia pertanian.
Sepanjang tahun 2025, program Batumbang Tani Manis telah berhasil menyelenggarakan 16 kelas pelatihan yang diikuti sekitar 400 peserta dari 16 kecamatan di Kabupaten Banjar. Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis budidaya pertanian, tetapi juga pembekalan mengenai manajemen usaha, pemasaran hasil pertanian, hingga pengembangan kewirausahaan.
“Program ini dirancang agar para peserta tidak hanya mampu menanam dan memproduksi hasil pertanian, tetapi juga memahami bagaimana mengelola usaha tani secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” jelasnya.
Pada bimtek kali ini, peserta mendapatkan materi khusus mengenai budidaya terong ungu. Komoditas hortikultura tersebut dipilih karena memiliki permintaan pasar yang cukup stabil, masa panen relatif cepat, serta memiliki peluang usaha yang menjanjikan bagi petani pemula.
Melalui materi yang disampaikan narasumber Masrani, peserta dibekali pengetahuan mulai dari pemilihan benih unggul, teknik persemaian, pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga strategi panen dan pemasaran hasil produksi.
Selain teori, peserta juga diajak memahami berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha budidaya terong ungu sehingga dapat diterapkan langsung ketika mengembangkan usaha pertanian di daerah masing-masing.
Warsita menambahkan, keberhasilan program regenerasi petani tidak hanya bergantung pada pelatihan teknis semata. Oleh karena itu, Dinas Pertanian juga mengembangkan program lanjutan bernama Baturai Intan, yang merupakan pengembangan dari program pasca-YESS dengan sasaran utama para santri di pondok pesantren.
Menurutnya, program tersebut disusun dengan mempertimbangkan karakteristik Kabupaten Banjar yang dikenal sebagai daerah religius dengan jumlah pondok pesantren yang cukup banyak.
Melalui program Baturai Intan, para santri diberikan pembekalan keterampilan pertanian dan kewirausahaan agar memiliki kemampuan mengembangkan usaha produktif berbasis pertanian. Selain meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren, program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi petani baru dari kalangan santri.
“Kita ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Dengan demikian, santri memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan,” terang Warsita.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berbagai program pembinaan petani muda yang dijalankan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat sektor pertanian sebagaimana tercantum dalam visi pembangunan nasional serta program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Warsita berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan ini sebaik mungkin. Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama bimtek akan menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
“Pertanian memiliki masa depan yang sangat besar apabila dikelola dengan baik. Karena itu, ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, serap ilmu sebanyak mungkin, dan jadikan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal untuk membangun usaha pertanian yang maju dan menguntungkan,” pesannya.
Melalui kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Petani ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni sektor pertanian. Dengan lahirnya petani-petani muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing, sektor pertanian Kabupaten Banjar diharapkan mampu terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional di masa mendatang.



