REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) terus memperkuat pengamanan kawasan hutan dan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dari biasanya.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Hutan dan Kesiapsiagaan Karhutla 2026 yang melibatkan seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalsel, UPTD Tahura Sultan Adam, serta jajaran pengamanan hutan.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel, Rudiono Herlambang mengatakan, prediksi BMKG menunjukkan musim kemarau tahun ini datang lebih cepat dengan potensi kekeringan meningkat mulai pertengahan tahun.
Berdasarkan data grafik, pergerakan kemarau dimulai secara bertahap sejak April sebesar 2,6 persen, meningkat pada Mei sebesar 43,6 persen dan Juni 42,8 persen.
“Musim kemarau tahun 2026 datang lebih awal dibanding kondisi normal. Puncaknya diproyeksikan terjadi pada Juli hingga September. Seluruh wilayah Kalimantan Selatan diprediksi mengalami sifat kemarau bawah normal atau lebih kering dari biasanya,” ujarnya, Rabu (20/5/26).
Selain ancaman karhutla, Dishut Kalsel juga menyoroti keterbatasan personel pengamanan hutan di tengah luasnya kawasan hutan yang harus dijaga.
Dimana saat ini, luas kawasan hutan di Kalimantan Selatan mencapai sekitar 1,6 juta hektare, sementara jumlah Polisi Kehutanan (Polhut) yang tersedia hanya 68 personel.
Meski demikian, pengawasan kawasan hutan dipastikan tetap diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital dan sistem patroli modern.
“Keterbatasan personel bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan. Tahun ini, upaya pencegahan gangguan hutan dioptimalkan melalui integrasi langkah pre-emtif dan preventif yang didukung teknologi modern seperti Global Forest Watch (GFW) dan sistem Smart Patrol,” tegasnya.
Dinas Kehutanan Kalsel menegaskan komitmennya memperkuat kesiapsiagaan personel sekaligus memaksimalkan pengawasan berbasis teknologi guna mencegah karhutla dan gangguan keamanan hutan sepanjang tahun 2026.



