REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru menggelar razia angkutan berat di kawasan Jalan Trikora, tepatnya di Bundaran Masjid Agung Al Menawarah guna memastikan kelengkapan administrasi dan kelayakan jalan, Selasa (14/4/26) pagi.
Pada razia tersebut puluhan kendaraan terjaring pelanggaran yang didominasi uji KIR tidak layak, bahkan terdapat dua dari salah satu daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diduga KIR palsu.

Kepala Seksi Dalops Dishub Banjarbaru, Aries Andrianto menyampaikan, dari hasil pemeriksaan, petugas mendata lebih dari 100 kendaraan yang melintas, dengan total 39 di antaranya terbukti melanggar baik UKK maupun KIR.
“Ada indikasi dua yang kita temukan di salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang diduga palsu. Kelayakannya hanya di jalan-jalan, foto kelayakan unit itu di jalan-jalan sehingga kami lakukan penilangan untuk dua unit tersebut,” ujarnya.
Secara umum, razia berjalan lancar dan normal seperti biasa tanpa adanya temuan pelanggaran berat yang menonjol.
Pihaknya juga tidak melakukan uji timbangan tonase karena muatan angkutan dinilai masih pada batas toleransi.
“Untuk tonase karena kita tidak membawa timbangan portable, jadi hanya perkiraan saja, jadi normatif untuk overloadingnya,” ucapnya.
Kendati demikian, Dishub Banjarbaru mengimbau para pemilik kendaraan dan pengemudi untuk mematuhi aturan serta melakukan uji kelayakan secara mandiri tanpa perantara.
Sebab, saat ini pengujian KIR untuk angkutan berat tidak dikenakan biasa atau gratis.
“Kita imbau kepada para pemilik unit ataupun driver, sekarang untuk uji kelayakan sudah gratis. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan uji kelayakan. Lakukan pengujian itu secara mandiri, jangan melalui orang lain,” tekannya.
Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan jasa calo karena berpotensi menimbulkan praktik ilegal.
“Kebanyakan yang kita temukan itu ilegal karena dia numpang uji. Sementara unit itu numpang di salah satu Kabupaten Kota yang ada di Kalimantan Selatan,” tuntasnya.
Sementara itu, salah satu supir truk, Didi mengaku, dari kejauhan sudah mengetahuu adanya razia, namun tetap meneruskan perjalanan karena memiliki surat-surat yang lengkap termasuk uji KIR.
“Karena kita merasa lengkap, surat-surat dan KIR ada jadi kada khawatir,” tutupnya.



