REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya membangun generasi muda yang mandiri dan berdaya saing terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) bersama anggota DPRD Banjar, digelar kegiatan edukatif bertema psychology of money yang menyasar pemuda desa sebagai motor penggerak ekonomi masa depan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan generasi muda, agar tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga dibekali pemahaman yang matang dalam mengelola keuangan dan melihat peluang usaha.
Anggota DPRD Banjar, Ali Syahbana, dalam paparannya menekankan bahwa pemuda merupakan aset berharga daerah yang harus dipersiapkan sejak dini.
Ia menyebut generasi muda Banjar sebagai “mutiara-mutiara” yang perlu diasah dengan ilmu pengetahuan, wawasan luas, serta karakter yang kuat agar mampu bersaing dan memberi kontribusi nyata bagi daerah.
“Pemuda Kabupaten Banjar harus lebih giat membekali diri. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian. Saya ingin dari sini lahir mutiara-mutiara muda yang mampu menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Dalam materinya, Ali menjelaskan bahwa konsep psychology of money tidak hanya berbicara tentang cara mendapatkan uang, tetapi lebih dalam menyangkut pola pikir, kebiasaan, dan sikap seseorang dalam mengelola keuangan.
Menurutnya, banyak orang gagal secara finansial bukan karena kurang penghasilan, tetapi karena tidak memiliki pola pikir dan disiplin yang tepat dalam mengatur keuangan.
Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif seperti disiplin finansial, kemampuan menentukan prioritas, serta keberanian untuk berinovasi dan mengambil peluang.
“Kalau mindset sudah benar, maka pengelolaan keuangan juga akan ikut baik. Dari situlah pemuda bisa naik level, dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ali mengingatkan bahwa Indonesia, termasuk Kabupaten Banjar, saat ini tengah berada dalam fase bonus demografi, di mana jumlah usia produktif lebih dominan dibanding usia non-produktif.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak otomatis menjadi keuntungan jika tidak diimbangi dengan kesiapan mental dan intelektual.
NBonus demografi ini bisa jadi peluang besar, tapi juga bisa jadi beban kalau kita tidak siap. Karena itu, pemuda harus dibekali sejak sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Banjar, Muhari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam membangun pemuda desa yang mandiri.
Menurutnya, selama ini potensi pemuda desa sangat besar, namun masih perlu didorong melalui edukasi dan pendampingan yang tepat.
MKami ingin pemuda desa tidak hanya punya semangat, tapi juga memiliki pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dan peluang ekonomi. Ini penting agar mereka bisa mandiri dan menjadi penggerak ekonomi di lingkungannya,” ungkapnya.
Program edukasi ini bukan yang pertama kali dilaksanakan. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di beberapa desa, seperti Desa Sungai Alang dan Desa Sungai Landas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari realisasi pokok pikiran dalam pengembangan kepemudaan, yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian generasi muda di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tantangan ekonomi modern.
Dengan bekal pemahaman finansial yang kuat, pemuda diharapkan mampu mengelola peluang, menciptakan usaha, serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah, di mana pemuda tidak lagi sekadar menjadi pencari kerja, tetapi tampil sebagai pelaku utama dalam menggerakkan roda ekonomi di Banjar.



