REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Banjir tahunan di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius bagi Pemerintah.
Kendati demikian, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel memastikan tetap siaga di garis depan dalam penanganan dampak, sembari mendorong langkah preventif jangka panjang.

Kepala Dinsos Kalsel, Muhammad Farhanie menegaskan, pihaknya langsung bergerak setiap kali bencana terjadi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar untum warga terdampak.
“Setiap ada banjir, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD. Dinas Sosial fokus pada pelayanan dasar, khususnya kebutuhan makan bagi masyarakat terdampak,” ujarnya, Selasa (3/3/26).
Menurutnya, pola penanganan tak boleh hanya bersifat darurat, sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) diharapkan mempercepat realisasi pembangunan Bendungan Riam Kiwa yang diyakini mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan.
Berdasarkan penyampaian Menteri PUPR saat kunjungan ke Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu, bendungan tersebut diperkirakan bisa menekan dampak banjir hingga 50–70 persen.
“Kalau itu bisa terealisasi, tentu sangat membantu mengurangi beban masyarakat dan juga kerja-kerja kedaruratan kita di lapangan,” tutupnya.
Meski solusi jangka panjang terus didorong, Dinas Sosial memastikan fungsi kemanusiaan tetap berjalan maksimal setiap kali bencana datang, dengan dukungan dari Kementerian Sosial.



