REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kualitas keamanan pangan. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Higiene Sanitasi dan Keamanan Pangan bagi para penjamah makanan di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 149 peserta yang berasal dari SPPG Simpang Empat sebanyak 51 orang, SPPG Astambul 49 orang, dan SPPG Martapura 49 orang. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pengolahan makanan yang higienis, aman, dan sesuai standar kesehatan.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan. Materi yang diberikan mencakup tata cara pengolahan makanan yang benar, sanitasi lingkungan kerja, penggunaan alat pelindung diri, hingga pengendalian risiko kontaminasi pangan..
Kegiatan ini dilaksanakan mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas para penjamah makanan agar mampu menerapkan standar keamanan pangan sesuai prosedur yang berlaku.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM., menegaskan bahwa keamanan pangan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui yang membutuhkan asupan gizi aman dan berkualitas.
Menurutnya, kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga proses pengolahannya. Karena itu, para peserta diingatkan agar memperhatikan setiap tahapan pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan mentah, pencucian, pemotongan, hingga proses memasak.
Selain itu, penggunaan perlengkapan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) juga menjadi perhatian penting dalam menjaga mutu dan kualitas pangan agar tetap higienis dan layak konsumsi.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan higiene sanitasi pangan sesuai standar. Peran penjamah makanan sangat penting dalam memastikan makanan yang disajikan tetap aman, sehat, dan berkualitas,” ujar Noripansyah.
Ia juga menambahkan bahwa pengolahan makanan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian makanan, harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test sesuai standar Kementerian Kesehatan dengan nilai kelulusan minimal 75. Dari hasil pre-test, peserta atas nama Husnul Aulia dari SPPG Simpang Empat berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor sempurna 100.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap seluruh penjamah makanan mampu meningkatkan kompetensi dalam penerapan higiene sanitasi pangan sehingga makanan yang disajikan kepada masyarakat benar-benar aman, sehat, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan.



