REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ke-65 tahun 2023, Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM menyelenggarakan seminar nasional di Ballroom Hotel Grand Qin Banjarbaru selama 2 hari, dari 11 sampai 12 Oktober 2023.
Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Dr. Ir. Agustiana mengatakan, seminar dengan tema pengelolaan sumberdaya perikanan lahan basah untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), begitu berkaitan dengan lahan basah guna pengendalian ketahanan pangan, terutama dibidang sektor perikanan dan kelautan.
“Pematerinya ada dari IPB, dari Adaro untuk seminar besarnya, kemudian untuk kelas pararelnya dari Unair, Erlangga, Sorong, Sumatra, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, jadi ini tingkat Nasional,” jelas Agustiana, Rabu (11/10/23).
Menurut Agustiana, sekarang kondisi di Indonesia rawan sekali akan pangan, seperti mahalnya harga beras dan bahan pangan lain.
Sehingga dengan diadakannya seminar itu, diharapkan bisa mengimbangi sumber pangan melalui bidang-bidang yang lain.
“Indonesia rawan pangan, apalagi sektor perikanan ya, terutama yang punya nilai gizi yang cukup tinggi, sehingga tanpa mengurangi konsumsi karbohidrat tapi proteinnya juga bisa tercukupi dari hasil perikanan,” terangnya.
Setiap tahun pihaknya kerap melaksanakan evaluasi, sebab melihat kondisi dan situasi sekarang menjadi masalah nasional.
“Masalah nasional kita angkat, ini kan sekarang masalah nasional kita karena panas ya jadi kekurangan pangan terutama beras,” ujarnya
Meski demikian, di sektor perikanan saat musim kemarau sekarang hasil perikanan justru lebih berlimpah, dengan banyak panen ikan sungai hingga ikan laut.
“Istilahnya kering bukan membawa dampak negatif saja tetapi ada sisi baiknya juga,” pendapatnya.
Sementara itu, perwakilan rektor dan perencanaan kerjasama dan humas, Dr. Yusuf Aziz menambahkan, sektor kelautan dan perikanan memegang peranan penting didalam pembangunan nasional.
Sebab, sektor kelautan merupakan salah satu sumber mata pencaharian dan penghidupan masyarakat pesisir.
“Baik sebagai penyedia pangan protein maupun sebagai penyedia lapangan pekerjaan karena sektor perikanan ini juga berkontribusi,” menurutnya.
“Mudah-mudahan fakultas perikanan dan kelautan semua bisa melaksanakan kegiatan terkait permasalahan nasional,” pungkasnya.



