REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Prodi Pendidikan Olahraga menggelar penelitian dan pengabdian di dua tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Yakni di Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Paud Cempaka pada tanggal 16 Maret dan KKG Gugus Paud Melati pada tanggal 20 Maret 2023.
Pemateri 1 dari Dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Uniska Bonita Amalia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan materi tentang pengenalan permainan motorik kasar anak pada guru TK, pelatihan, dan pendampingan monitoring ketuntasan motorik kasar anak usia dini kepada kelompok guru PAUD.
Berbagai kegiatan yang dilakukan seperti memberi materi tentang metode permainan motorik kasar dan cara mengukur motorik kasar anak dengan tes pengukuran test of gross motor development (TGMD).
“Tugas dosen tidak hanya melaksanakan pengajaran saja, tetapi dosen juga harus melaksanakan penelitian dan pengabdian yang disebut dengan tridarma,” tegas Bonita Amalia, Kamis (22/6/23).
Ada dua kategori permainan yang diberikan yakni locomotor subtest dan object control subtest.
Locomotor subtest terdiri dari run, gallop, hop, leap, horizontal, jump, dan slide, sedangkan object control subtest terdiri dari striking a stationary ball, stationary dribble, catch, kick, overhand throw, underhand roll, dengan jumlah keseluruhan ada 12 item test untuk mengukur motorik kasar anak.
“Jadi permainan motorik kasar itu misalkan seperti locomotor test, disana ada 6 item test, yakni run, gallop, hop, leap, horizontal, jump, dan slide,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Bonita sapaan akrabnya berharap, agar para guru bisa memberikan permainan dan mengukur cara ketuntasan motorik kasar anak, contohnya seperti 3 bulan sekali anak tersebut diukur ketuntasan motoriknya.
Ia juga berharap, sekolah-sekolah TK maupun PAUD bersedia untuk diukur motorik kasar anaknya.
“Semoga pelatihan yang kami adakan ini tidak ada lagi anak yang tidak tuntas motorik, karena sudah dibekali dari dasar (PAUD atau TK),” harapnya.
Sementara itu, Pemateri ke-2 dari Dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Uniska Ari Tri Fitrianto menambahkan, penelitian pengendalian masyarakat kali ini berupaya untuk melakukan deteksi dini motorik kasar anak dari usia 3-6 tahun, dan memberikan perspektif baru kepada guru-guru PAUD melalui pendampingan terkait ketuntasan motorik kasar.
Karena gerak bagi manusia merupakan kebutuhan terlebih bagi anak yang masih dalam proses tumbuh kembang.
Berikut tiga contoh bentuk dari permainan dan penilaian dari bentuk locomotor test.
Pertama Fun, seperti lengan bergerak berlawanan dengan kaki, siku ditekuk, lalu kedua kaki berada ditanah dilakukan dengan cepat.
Kemudian penempatan kaki saat mendarat tidak menapak semua melainkan hanya sebagian kaki yang mendarat, dan selanjutnya kaki yang tidak mendukung ditekuk sekitar 90° (derajat) yaitu dekat dengan gluteus.
Kedua Gallop atau lari ting-ting, yakni lengan ditekuk dan diangkat setinggi pinggang saat lepas landas, kemudian langkah maju dengan kaki utama diikuti oleh langkah dengan kaki yang dibelakang keposisi yang berdekatan dengan kaki utama.
Lalu periode singkat ketika kedua kaki berada diluar lantai, dan mempertahankan pada ritmis selama empat kali berturut-turut bergerak kedepan.
Terakhir Hop atau melompat dengan satu kaki, kaki, seperti kaki yang pasif berayun kedepan dengan cara memindahkan masa tubuh untuk menghasilkan kekuatan.
Selanjutnya kaki-kaki yang tidak mendukung tetap berada dibelakang tubuh, lalu lengan yang menekuk dan berayun kedepan untuk menghasilkan kekuatan.
Saat lepas landas dan mendarat 3 kali berturut-turut dengan kaki pilihan, lalu dilakukan kembali lepas landas dan mendarat 3 kali berturut-turut dengan kaki yang tidak ditentukan.
“Itu contoh bentuk permainan dan penilainnya,” pungkasnya.
Penulis Irma



