REDAKSI8.COM. BANDAR LAMPUNG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (UIN RIL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), kampus tersebut resmi menetapkan delapan mahasiswa terbaik sebagai delegasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 2026 yang akan mengabdi di kawasan masyarakat adat Baduy, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Delapan mahasiswa terpilih merupakan hasil seleksi ketat yang berlangsung selama hampir satu bulan. Mereka berhasil menyisihkan puluhan peserta lainnya melalui tahapan seleksi administrasi hingga wawancara yang menilai kemampuan akademik, pengalaman organisasi, kemampuan membaca Al-Qur’an, kesehatan jasmani, serta komitmen terhadap kegiatan pengabdian masyarakat.

Proses seleksi dimulai dengan pembukaan pendaftaran pada 18–25 Mei 2026. Setelah melalui verifikasi berkas, sebanyak 46 mahasiswa dinyatakan lolos administrasi dan mengikuti wawancara pada 2 Juni 2026 di Gedung LP2M UIN RIL.
Seleksi tersebut melibatkan tim penguji yang terdiri dari para akademisi dan guru besar UIN RIL, di antaranya Dr. Ali Abdul Wakhid, Prof. Dr. KH. Bukhori Abdul Shomad, Prof. Dr. Hj. Yuberti, Dr. Eko Kuswanto, Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, Dr. Abd. Qohar, Dr. Antomi Saregar, serta Dr. Edi Susilo.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua LP2M UIN RIL, Prof. Dr. Hj. Yuberti, M.Pd., mengatakan seluruh rangkaian seleksi telah dilaksanakan secara objektif untuk menghasilkan delegasi terbaik yang mampu membawa nama baik kampus di tingkat nasional.
Menurutnya, KKN Nusantara 2026 merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan akan berlangsung pada 15 Juli hingga 23 Agustus 2026. Program ini mengusung tema “Ekoteologi dan Kearifan Lokal sebagai Basis Keberlanjutan Masyarakat Adat”, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia.
Selama menjalankan pengabdian di wilayah masyarakat adat Baduy, para peserta akan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang dikenal tetap menjaga nilai-nilai budaya, tradisi, serta kelestarian lingkungan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang memperkuat kepekaan sosial, kemampuan berkolaborasi, sekaligus memperluas wawasan kebangsaan.
“KKN Nusantara merupakan wadah yang sangat baik untuk memperkuat wawasan kebangsaan, memperluas jejaring antar mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia, sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Prof. Yuberti.
Ia berharap para delegasi UIN RIL dapat menjadi representasi terbaik kampus dengan menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, serta semangat kolaborasi selama mengikuti program tersebut. Selain memperoleh pengalaman berharga di lapangan, para mahasiswa juga diharapkan mampu membangun jejaring nasional yang bermanfaat bagi pengembangan kapasitas kepemimpinan mereka di masa depan.
Keikutsertaan mahasiswa UIN RIL dalam KKN Nusantara menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen UIN RIL dalam mendorong pengabdian berbasis kolaborasi, moderasi beragama, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat adat.
Adapun delapan mahasiswa yang ditetapkan sebagai delegasi KKN Nusantara 2026, yakni Ahmad Zaky Fergus (Manajemen Dakwah), Amanda Sharfina Mahawisnu (Manajemen Bisnis Syariah), Dewi Larasati (Psikologi Islam), Maftuh Rafly Ramadhan (Sistem Informasi), Nur Apiah (Pendidikan Agama Islam), Nur Kholis Farihatun Nida (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Rizki Trima Hendra (Hukum Keluarga), serta Vilza Azzahra (Sejarah Peradaban Islam).
Keberangkatan delapan mahasiswa tersebut diharapkan tidak hanya membawa nama baik UIN Raden Intan Lampung, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat adat Baduy melalui berbagai program pemberdayaan yang menghargai kearifan lokal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.



