REDAKSI8.COM, BANJAR – Menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kalimantan V Banjar membentuk Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.
Pembentukan relawan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan menangani potensi kebakaran lahan, khususnya di wilayah yang memiliki hamparan lahan kosong dan belum tergarap.
Desa Sungai Batang merupakan wilayah terluas kedua di Kecamatan Martapura Barat setelah Desa Penggalaman. Luasnya wilayah serta keberadaan lahan kosong yang cukup banyak menjadi perhatian tersendiri, terutama ketika memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Kegiatan pembentukan MPA tersebut dihadiri Sekretaris Daops Manggala Agni Wilayah Kalimantan V Banjar, Zainal Ilmi, S.Hut., beserta tim. Turut hadir Camat Martapura Barat yang diwakili Sekretaris Kecamatan, Imam Sofiar, S.E., Babinsa, Pembakal Desa Sungai Batang, Suladi, serta 30 peserta yang mengikuti pembentukan relawan.
Melalui pembentukan MPA ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pihak yang terdampak ketika kebakaran terjadi, tetapi juga berperan aktif sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan.
Relawan nantinya diharapkan mampu membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat, mengenali potensi kebakaran sejak dini, menyampaikan informasi apabila ditemukan titik api, serta mendukung upaya penanganan awal sesuai kemampuan dan prosedur keselamatan.
Pembakal Desa Sungai Batang, Suladi, menyambut pembentukan relawan MPA sebagai langkah penting untuk meningkatkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan desa dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kondisi wilayah Sungai Batang yang memiliki lahan kosong dan belum tergarap membutuhkan perhatian bersama, terutama saat musim kemarau. Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas, tetapi juga memerlukan kesadaran serta partisipasi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran.
Dengan adanya 30 peserta yang dipersiapkan menjadi relawan, diharapkan terbentuk kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan dasar dalam mendukung pencegahan karhutla di tingkat desa.
Pembentukan MPA juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, aparat kewilayahan, dan Manggala Agni. Sinergi tersebut diperlukan agar informasi mengenai potensi kebakaran dapat disampaikan dengan cepat dan langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum api meluas.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan, keberadaan relawan MPA diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lahan. Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi cuaca kering dan vegetasi mudah terbakar.
Kebakaran lahan tidak hanya mengancam lingkungan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, mengurangi jarak pandang, serta berdampak pada kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan. Semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin besar pula peluang untuk melakukan penanganan awal sebelum api menyebar ke area yang lebih luas.
Melalui pembentukan Relawan Masyarakat Peduli Api di Desa Sungai Batang, Manggala Agni Daops Kalimantan V Banjar bersama pemerintah setempat mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan dukungan relawan yang aktif, koordinasi lintas sektor, serta kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, Desa Sungai Batang diharapkan semakin siap menghadapi musim kemarau dan mampu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan sejak dini.









