REDAKSI8.COM – Sebanyak 13 unit jamban apung di sepanjang aliran Sungai Martapura tepatnya di Desa Tambak Hanyar Ulu Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, pembongkaran itu sendiri dilakukan oleh masyarakat. Inisiatif dari masyarakat ini langsung diapresiasi Bupati Banjar H Khalilurrahman yang hadir menyaksikan pengangkatan bilik terapung tersebut, Rabu (24/10/2018) siang.
Kabid Cipta Karya Galuh Tantri Narindra mengatakan bahwa kita mengapresiasi inisiatif mereka mengangkat jamban terapung di desanya. Patut kita tiru partisipasi masyarakat Tambak Anyar Ulu yang mendukung program Bupati Banjar mengenai penghapusan jamban terapung.” Saat ditemui di kantor hari ini Kamis.
Khusus, untuk jamban individual buat masyarakat Tambak Anyar Ulu, sudah terbangun sebanyak 41 unit WC Individual, direncanakan pembangunan sebanyak 51 unit namun baru selesai 41 unit, tapi masyarakat sudah membongkar lebih awal jamban mereka.
“Padahal belum selesai semua di bangun, tapi mereka berinisiatif membongkar duluan, kita tanya sama mereka, kenapa mau membongkar duluan. Katanya bentuk dukungan kepada program pemerintah, ” Ungkapnya.
Terpisah, Bupati Banjar H Khalilurrahman menyatakan, mengubah kebiasaan dari buang air besar ke sungai pindah ke wc individual sangat sulit. Nyaris mustahil bahkan masih ada masyarakat yang enggan. Padahal itu kebiasaan kurang baik dan berdampak terhadap kesehatan.
“Coba kita bayangkan tiap hari buang air besar ke sungai, air sungai tersebut digunakan untuk mandi, cuci piring dan baju dan keperluan lainnya, bagaimana mau sehat,” Katanya.
Sungai bukan milik saat ini, melainkan harus diwariskan untuk anak cucu akan datang. Sungai itu adalah anugerah yang dititipkan Allah Swt dan cara bersyukur dimanfaatkan dengan baik dan dijaga.
“Saya sangat bersyukur diresmikannya WC Individual dan pengangkatan jamban terapung bagian dari upaya memelihara dan menyelamatkan ekosistem air serta menjaga lingkungan tetap bersih dan berkualitas,” tambahnya.



