REDAKSI8.COM, BANJAR – Petani di Desa Jaruju Laut, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan merayakan keberhasilan panen raya padi Brigade Pangan Taruna Jaya Makmur. Momentum ini bukan sekadar seremoni panen, melainkan simbol penguatan sinergi antara petani, pemerintah daerah, hingga organisasi tani dalam mendorong ketahanan pangan nasional, Kamis (12/2/2026) pagi.
Kegiatan yang dipusatkan di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri tersebut dirangkai dengan doa syukur dan ramah tamah antara petani dan pemangku kebijakan. Hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Kabupaten Banjar Hj Helda Rena, Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan Alin Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita.
Selain itu juga hadi dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, BRMP Provinsi Kalimantan Selatan, serta unsur Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalse, Camat Tatah Makmur, Kapolsek Tatah Makmur, Danramil Kertak Hanyar, UPTD Mektan Dinas Pertanian Banjar, serta Brigade Pangan Tahap II Kecamatan Tatah Makmur
Panen raya dilakukan di lahan seluas sekitar 8 hingga 12 hektare yang dikelola dengan sistem pertanian modern. Mesin combine harvester dan crawler menjadi bukti nyata transformasi mekanisasi di tingkat petani. Bahkan, Hj Helda Rena turut mencoba langsung mengoperasikan mesin crawler saat panen berlangsung.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari Dapil 3 bisa membantu kelompok tani di Tatah Makmur dengan menyalurkan combine dan crawler. Semoga ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Helda.

Menurutnya, pertanian tidak lagi bisa dipandang sebagai sektor tradisional. Modernisasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci agar produktivitas meningkat dan generasi muda tertarik terjun ke sektor ini.
“Khusus untuk petani milenial, kami ingin memberi motivasi agar generasi muda tertarik terjun ke dunia pertanian. Jangan malu menjadi petani. Justru sekarang saatnya menjadi petani yang modern, inovatif, dan melek teknologi,” tegasnya.
Program Brigade Pangan sendiri memang mensyaratkan keterlibatan petani milenial sebagai bagian dari transformasi sektor pertanian. Di Kabupaten Banjar, tercatat hampir 15 ribu petani milenial telah dicetak dan menjadi bagian penting dalam pembentukan Brigade Pangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, menegaskan bahwa panen raya ini merupakan bagian dari terobosan besar melalui program optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah rakyat. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) hingga 200, artinya petani bisa tanam dan panen dua kali dalam setahun.
“Kalau padi lokal rata-rata hanya 3,5 ton per hektare, dengan padi unggul bisa mencapai 6 sampai 7 ton. Bahkan di Jawa bisa 10 ton per hektare. Ini yang ingin kita dorong di Banjar,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa hasil panen petani tidak perlu dikhawatirkan dari sisi pemasaran. Pemerintah telah berkoordinasi agar hasil panen dapat diserap Bulog dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram gabah kering panen.
“Tidak usah khawatir. Setelah panen, koordinasi dengan penyuluh, nanti akan diserap Bulog,” tegasnya.
Kabupaten Banjar sendiri mendapatkan alokasi oplah hampir 10 ribu hektare, ditambah dukungan CSR sekitar 2 ribu hektare. Fokus pengembangan diarahkan pada wilayah potensial seperti Geruntung, Tatah Makmur, dan Gambut yang dinilai mampu mencapai dua kali panen, bahkan berpotensi tiga kali tanam jika sistem pengairan dan varietas unggul berjalan optimal.
Dalam skema Kementerian Pertanian, pembentukan Brigade Pangan menjadi syarat utama penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Di Kabupaten Banjar, telah terbentuk sekitar 62 Brigade Pangan, dengan 42 di antaranya telah menerima bantuan alsintan.
“Total hampir 402 unit alsintan sudah tersalurkan. Kalau alat sudah ada, tidak ada alasan lagi untuk tidak meningkatkan produksi. Minimal dua kali tanam harus tercapai,” kata Warsita.
Ia optimistis, dengan dukungan alsintan, normalisasi saluran irigasi, serta tanggul pengaman, produksi padi Banjar dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalsel, Alin Wijaya, menilai kolaborasi lintas sektor yang terbangun di Tatah Makmur menjadi contoh konkret penguatan ketahanan pangan berbasis daerah.
“Kami ingin sinergi ini terus berjalan untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan,” ujarnya.
Panen raya Brigade Pangan di Tatah Makmur menjadi gambaran arah baru pertanian Kabupaten Banjar: modern, terorganisir, dan melibatkan generasi muda. Dengan kombinasi optimasi lahan, penggunaan varietas unggul, jaminan harga, serta dukungan alsintan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi secara berlipat.
Jika IP 200 tercapai secara konsisten, Kabupaten Banjar berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra padi unggulan di Kalimantan Selatan.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan global, sinergi petani dan pemerintah di Desa Jaruju Laut menjadi bukti bahwa kemandirian pangan bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang tumbuh dari sawah-sawah rakyat.



