REDAKSI8.COM, BANJAR — Upaya memperkuat kualitas pembangunan berbasis data terus digencarkan di Kabupaten Banjar. Badan Pusat Statistik resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 di Aula Kecamatan Karang Intan, Kamis (30/4/2026) pagi.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Banjar, Yudi Andrea, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, M Hafizh Anshari, Camat Karang Intan, Pusaro Riyanto, serta aparat desa dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Program Desa Cantik merupakan inisiatif strategis BPS untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data statistik secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan. Kepala BPS Banjar, Roy Suryanto, menjelaskan bahwa desa saat ini dituntut tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu menyusun perencanaan berbasis data yang valid.
“Melalui Desa Cantik, aparatur desa dilatih memahami konsep statistik dasar, mengelola data dengan baik, hingga mampu menyusun data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan,” jelasnya.
Secara teknis, pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari cara mengumpulkan data, mengolah, hingga menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami. Output yang diharapkan pun tidak sederhana, desa didorong mampu menghasilkan profil desa yang lengkap, infografis, hingga pengelolaan data berbasis website desa.
Data yang dikelola juga sangat beragam, tergantung kebutuhan masing-masing desa. Mulai dari data kemiskinan, pertanian, hingga stunting, yang semuanya menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Roy menambahkan, program ini bukan hal baru di Kabupaten Banjar. Sejak 2022 hingga 2025, BPS telah membina lima desa dan kelurahan, di antaranya Desa Sungai Rangas Tengah, Desa Simpang Tiga, Kelurahan Indrasari, Kelurahan Sekumpul, dan Desa Melayu Ilir.
“Tahun ini, kami menetapkan tiga desa sebagai lokus pelatihan, yaitu Desa Sungai Alang dan Desa Mandiangan Barat di Kecamatan Karang Intan, serta Desa Lok Gabang di Kecamatan Astambul,” ujarnya.
Ia berharap, melalui program ini, desa-desa di Banjar tidak hanya menjadi pengguna data, tetapi juga produsen data yang berkualitas. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis fakta di lapangan (evidence-based policy).
Sementara itu, Sekda Banjar, Yudi Andrea, memberikan apresiasi tinggi kepada BPS atas inisiatif tersebut. Menurutnya, keberadaan data yang akurat di tingkat desa merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah.
“Ketika desa memiliki data yang baik, maka perencanaan pembangunan akan lebih tepat sasaran. Program intervensi menjadi lebih efektif dan penggunaan anggaran juga lebih efisien,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas data di desa akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan secara keseluruhan. Tidak hanya itu, program Desa Cantik juga berperan dalam meningkatkan literasi statistik masyarakat.
Dengan pemahaman data yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu berpikir lebih kritis, aktif berpartisipasi dalam pembangunan, serta mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi.
“Literasi statistik penting, bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat luas agar mampu memahami dan memanfaatkan data dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Yudi.
Melalui program Desa Cantik 2026, Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk membangun dari desa dengan pendekatan yang lebih modern, terukur, dan berbasis data. Sebuah langkah konkret menuju pembangunan yang lebih tepat guna dan berkelanjutan.



