REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana melalui kegiatan latihan bersama relawan penanggulangan bencana. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu, 28–29 April 2026, di halaman SMK Gema Kalimantan, Kecamatan Gambut.
Pelatihan yang mengusung tema Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari relawan penanggulangan bencana serta Tim Siaga Bencana dari wilayah Kelurahan Gambut. Kegiatan ini didanai melalui APBD Kabupaten Banjar Tahun 2026 dan menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Banjar merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga kekeringan dan potensi gempa.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menekan dampak bencana. Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan bahwa relawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Menurutnya, relawan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam penanganan bencana di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana memperkuat koordinasi dan sinergi antar relawan serta instansi terkait.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi dan simulasi praktis, khususnya terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman serta membangun jejaring kerja yang solid antar relawan.
Wasis Nugraha berharap, melalui kegiatan ini, para relawan dapat meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat semangat solidaritas dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum penting untuk membangun relawan yang tangguh, terlatih, dan siap siaga dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Banjar,” tambahnya.
Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka dengan harapan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya dalam upaya meminimalisasi risiko dan dampak bencana di daerah.



