REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru terus memperkuat kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan sosialisasi, komunikasi, dan edukasi, sebanyak 45 peserta dibekali pengetahuan dasar menghadapi potensi bencana seperti banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sistematis Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kapasitas kelompok rentan agar lebih siap menghadapi situasi darurat.
Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie menegaskan, kelompok disabilitas menjadi prioritas dalam penanganan kebencanaan karena memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibanding kelompok lainnya.
“Karena memang disabilitas ini adalah orang yang rentan dan harus diperhatikan. Dengan osialisasi ini tentunya meningkatkan pengetahuan mereka,” ujarnya, Kamis (30/4/26).
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di Banjarbaru, sekaligus diberikan pemahaman praktis terkait langkah-langkah penyelamatan diri.
“Hari ini dengan adanya sosialisasi ini paling tidak kami berharap mereka mengetahui bagaimana cara evakuasi kalau seadainya terjadi bencana, mereka bisa menyelamatkan diri sendiri paling tidak untuk pribadinya,” jelasnya.
Zaini mengungkapkan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi melibatkan komunitas disabilitas agar informasi dapat tersampaikan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
“Mereka saat ini kan memang tersebar di mana-mana di Kota Banjarbaru, kita sudah punya kumpulkan orang-orang disabilitas, ada ketuanya, dan sekretarisnya untuk ikut serta dalam rangka sosialisasi,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini telah dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang lebih spesifik, termasuk melibatkan kelompok perempuan disabilitas.
“Jadi kita fasilitasi, kita wujudkan apa yang direncanakan mereka. Hari ini ada sekitar 45 orang termasuk pendamping juga ikut,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, Elisabeth menyampaikan, apresiasi atas perhatian Pemerintah terhadap kebutuhan edukasi kebencanaan bagi penyandang disabilitas.
“Ulun mewakili dari berbagai disabilitas, ada Netra, Tunadaksa yang pakai kaki palsu, tunawicara, bisutuli, dan disabilitas intelektual mengucapkan banyak-banyak terimakasih untuk BPBD karena sudah bersedia memberikan sosialisasi dan edukasi untuk kami penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Ia menilai, kegiatan tersebut sangat penting karena kelompok disabilitas memiliki keterbatasan dalam menghadapi situasi darurat, sehingga membutuhkan pembekalan khusus yang berkelanjutan.
“Jadi kita itu memang sangat rentan. Mudah-mudahan acara ini bisa berkelanjutan sehingga seluruh teman-teman kami yang ada di luar bisa juga mendapatkan sosialisasi dan edukasi seperti pada hari ini,” terangnya.
Elisabeth juga menekankan, cakupan peserta masih perlu diperluas mengingat jumlah penyandang disabilitas terus bertambah di setiap tahunnya.
“Tapi memang karena disabilitas itu setiap tahun bertambah. Bahkan saat ini khusus yang Netra di pusat rehabilitasinya masih banyak yang belum pernah mengikuti sosialisasi,” imbuhnya.
Dengan harapan, edukasi yang diberikan mampu menjadi bekal dasar bagi penyandang disabilitas untuk menghadapi situasi darurat secara mandiri.
“Mudah-mudahan, semoga nggak terjadi ya, tapi seandainya pun terjadi bencana nanti para disabilitas apapun ragamnya itu minimal bisa menyelamatkan diri sendiri dulu, orang-orang dan keluarga di sekitarnya,” tandasnya.



