REDAKSI8.COM, BANJAR – Komitmen dalam meningkatkan kapasitas penanganan keadaan darurat terus ditunjukkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar. Salah satunya melalui dukungan terhadap pelaksanaan Lomba Ketangkasan Pemadam se-Kalimantan Selatan yang akan digelar oleh organisasi kemasyarakatan dan relawan sosial Buser690 pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Lapangan SDN Indrasari 2 Martapura.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BPBD Kabupaten Banjar meminjamkan 15 unit tandon air yang akan digunakan untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana selama perlombaan berlangsung. Bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran berbagai simulasi dan materi lomba yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah memadai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan dukungan yang diberikan bukan hanya sebatas bantuan fasilitas, tetapi juga wujud sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan, relawan, dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Menurutnya, lomba ketangkasan pemadam memiliki nilai strategis karena mampu menjadi sarana pembelajaran sekaligus ajang mengasah kemampuan teknis para peserta dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi di lapangan.
“BPBD Kabupaten Banjar menyambut baik pelaksanaan Lomba Ketangkasan Pemadam se-Kalimantan Selatan ini. Kegiatan seperti ini memiliki nilai positif karena dapat menjadi sarana meningkatkan keterampilan, kesiapsiagaan, dan koordinasi para relawan maupun petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi situasi darurat di lapangan,” ujar Wasis, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan penanganan kebakaran maupun bencana lainnya tidak hanya bergantung pada peralatan dan teknologi, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi. Karena itu, kegiatan yang mengedepankan latihan dan simulasi seperti lomba ketangkasan pemadam sangat penting untuk terus dilaksanakan.
Wasis menambahkan, peran relawan dan organisasi sosial selama ini terbukti menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di daerah. Kehadiran mereka sering kali menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi kebakaran, banjir, maupun keadaan darurat lainnya.
“Keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi sosial dan relawan, merupakan kekuatan besar dalam mendukung upaya penanggulangan bencana dan penanganan kedaruratan. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan organisasi kemasyarakatan perlu terus diperkuat,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan prestasi, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antarkomunitas pemadam kebakaran dan relawan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Selain menguji kemampuan teknis, para peserta juga berkesempatan untuk saling bertukar pengalaman, berbagi pengetahuan, serta memperluas jaringan koordinasi yang dapat dimanfaatkan saat menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.
Lomba Ketangkasan Pemadam se-Kalimantan Selatan sendiri dijadwalkan akan diikuti oleh tim pemadam kebakaran dan relawan dari berbagai kabupaten dan kota. Beragam materi lomba dan simulasi akan disajikan untuk mengukur kemampuan peserta dalam penanganan kebakaran, kecepatan respons, ketepatan penggunaan peralatan, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat kerja sama lintas daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
BPBD Kabupaten Banjar pun berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Lebih dari itu, lomba ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, serta memperkuat semangat kebersamaan di antara relawan dan petugas pemadam kebakaran di Kalimantan Selatan.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan organisasi kemasyarakatan, upaya penanganan kebakaran maupun bencana di daerah diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan responsif demi keselamatan masyarakat.



