REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor memprediksi cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 27 Mei hingga 2 Juni 2026 masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Namun, potensi hujan sedang yang disertai kilat/petir dan angin kencang masih mengancam sejumlah wilayah.

Prakirawan BMKG, Ruth Mandasari S mengatakan, suhu udara di Kalimantan Selatan diperkirakan berkisar 23 hingga 34 derajat celcius dengan kelembapan 50 sampai 98 persen.
Sementara arah angin bergerak dari timur laut hingga selatan dengan kecepatan 5 sampai 25 kilometer per jam.
“Secara umum kondisi cuaca di Kalimantan Selatan dalam satu minggu ke depan didominasi cerah berawan hingga hujan ringan, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah,” ujarnya.
BMKG memprakirakan wilayah utara Kalsel seperti Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Utara masih berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang pada 27 sampai 29 Mei 2026.
Setelah itu kondisi cuaca diprediksi mulai berangsur cerah hingga berawan pada 30 Mei sampai 2 Juni 2026.
Di sisi lain, potensi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin hingga Banjarbaru.
“BMKG turut mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada beberapa periode. Hujan sedang disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi terjadi pada 27 Mei malam hingga dini hari di wilayah Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong,” jelasnya.
Selain itu, cuaca ekstrem juga berpotensi terjadi pada 29 Mei siang hingga sore dan dini hari di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Bahkan, di sektor perairan, BMKG meminta nelayan dan operator transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang setinggi 2,5 meter di perairan Tanah Laut dan Kotabaru pada 2 Juni 2026.
“BMKG mengingatkan potensi pasang air laut maksimum di Perairan Kotabaru pada 1 dan 2 Juni 2026 pukul 05.00 hingga 08.00 Wita dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 2,9 meter,” sebutnya.
Sementara di Perairan Sungai Barito, pasang maksimum diperkirakan terjadi pada 27 Mei, 1 dan 2 Juni 2026 pukul 08.00 hingga 14.00 WITA dengan ketinggian 2,5 hingga 2,7 meter.
Ruth menambahkan kondisi cuaca ekstrem saat masa peralihan musim masih berpotensi terjadi secara tiba-tiba.
“Masyarakat diminta tidak membakar sampah, menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak konsumsi air putih serta rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG,” tutupnya.



