REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) masih akan mengalami curah hujan kategori menengah hingga awal April 2026.
Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mendukung keselamatan transportasi udara dan maritim selama arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Wiji Cahyadi mengungkap, tujuannya untuk memberikan gambaran kondisi cuaca kepada para pemangku kepentingan agar transportasi udara dan maritim selama masa mudik dapat berjalan aman dan lancar.
Karena kondisi hujan di Kalimantan Selatan sepanjang Februari 2026 menunjukkan variasi intensitas.
Dimana pada awal hingga pertengahan Februari, sebagian besar wilayah didominasi hujan dengan kategori menengah, sedangkan pada akhir bulan intensitasnya cenderung menurun menjadi kategori rendah.
Selain itu, jumlah hari tanpa hujan pada periode tersebut pun relatif singkat. Di sebagian besar wilayah Kalsel, hari tanpa hujan tercatat hanya berkisar antara satu hingga lima hari.
Memasuki awal Maret 2026, kondisi hujan masih terjadi di sejumlah wilayah dengan intensitas ringan. Namun pada beberapa tanggal tertentu, tercatat hujan dengan intensitas lebih tinggi.
“Memasuki pertengahan Maret hingga awal April 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan diprediksi masih mengalami curah hujan kategori menengah, berkisar antara 50 hingga 75 milimeter per dasarian,” ujarnya.
Ia menuturkan, bahwa sifat hujan pada periode tersebut diperkirakan didominasi kategori bawah normal.
Menurutnya, potensi curah hujan yang cukup tinggi masih dapat terjadi di beberapa wilayah tertentu di Kalimantan Selatan.
“Namun untuk peluang curah hujan di atas 150 milimeter per dasarian pada periode ini diprediksi nihil,” ucapnya.
BMKG memprediksi kondisi curah hujan di Kalimantan Selatan pada periode Maret hingga Mei 2026 secara umum masih berada pada kategori menengah dengan sifat hujan berkisar antara bawah normal hingga normal.
Sementara itu, awal musim kemarau di wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan mulai terjadi secara bertahap antara akhir April hingga akhir Juli 2026.
“Meski demikian, sifat musim kemarau tahun ini diprediksi berada pada kategori bawah normal,” katanya.
Melalui sosialisasi ini, BMKG berharap informasi meteorologi yang disampaikan dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak, khususnya sektor transportasi udara dan maritim.
“Sebagai upaya kita meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca selama periode mudik Lebaran,” tutupnya.



