REDAKSI8.COM – Kabupaten Bajar merupakan salah satu daerah penghasil ikan di Kalimantan Selatan. Budidaya ikan yang tersebar hampir beberapa Kecamatan di Kabupaten Banjar seperti Kecamatan Martapura di sepanjang irigasi bendungan Karang Intan. Selain itu juga menggunakan jala apung di Kecamatan Karang Intan dan Riam Kanan Kecamatan Aranio.
Dengan banyak pembudidaya ikan lokal, membuat Sersan Mayor M.Noviansyah,S.I.Kom asli putra daerah Kalimantan Selatan yang bertugas di Kesatuan TNI – AD Babinsa Koramil -05/ Karang Intan Kodim 1006/ Banjar termotivasi membudidayakan usaha pembibitan ikan patin dan Nila.

Semenjak 2 tahun lalu Serma M Noviansyah bersama Plh. Danramil Karang Intan Kapten Caj Imanuddinor dibantu rekan kerjanya yang merupakan warga merintis usaha pembibitan ikan patin dan Nila.
“Saya awalnya termotivasi waktu PKL menerima Pembekalan bersama rekan Babinsa lainnya di tempat Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kabupaten Banjar awal tahun 2020 kemarin,” ungkap Serma M Noviansyah

Serma Noviansyah menjelaskan, selama pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari di tekuni betul betul. Ketika usai mengikuti PKL, ia terus belajar dan mencoba praktek sendiri didampingi petugas BPBAT. Ia yakin, suksesnya seseorang dalam dunia usaha, tak terlepas bekal ilmu dan pengalaman saat praktek kerja lapangan.
“Selang akhir tahun 2020 saya pilih membangun usaha pembibitan ikan kecil kecilan. Di awal merintis usaha pembibitan ikan air tawar, dengan membuat kolam sendiri juga meminjam milik masyarakat yang tidak terpakai,” tuturnya, Senin (29/11/2021).
Ia menceritakan, dengan memberanikan diri dengan bermodalkan 30 juta, saat awal melakukan pembibitan, beberapa kali mengalami kegagalan dan sempat berganti-ganti komoditas mulai dari lele, nila hingga patin. Walau gagal tetap terus mencoba, sampai modal yang dimiliki habis dan tak tau kemana lagi harus mendapatkan modal.
Pada akhirnya komoditas ikan patin menjadi pilihan yang mantap hingga saat ini. Kini areal pembibitan sudah mencapai luas 4 hektar persegi dan dua buah bangunan dengan total aquarium pembibitan 100 unit.
“Pada awalnya sempat ganti-ganti komoditas juga ke lele, tapi setelah itu tahun 2020 mulai fokus ke pembibitan patin dan nila. Karena sudah mempunyai bekal ilmu dan pengalaman jadi lebih pilih pembibitan ikan patin. Relasinya juga udah banyak di patin,” jelas Noviansyah
Usaha pembibitan ikan patin dan Nila sampai saat ini sudah berhasil dengan omset perbulan ratusan juta rupiah. Usaha pembibitan tersebut diberi nama “BAROKAH” dengan berlokasi di desa Sungai Landas Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar.
Saat ini bertugas di Koramil dan juga Seorang Babinsa Serma M Noviansyah mengatakan usaha pembibitan ikan patin cukup mudah jika dibekali dengan ilmu dan pengalaman yang cukup. Untuk pembibitan ikan patin, menggunakan wadah akuarium di dalam ruangan.
“Satu jantan minimal bisa membuahi sekitar tiga indukan betina. Kami bisa panen dalam satu kali siklus sekitar 4 minggu setelah pemijahan. Saat ini memiliki indukan dengan jumlah indukan ikan patin saat ini terdiri dari 80 ekor betina dan 15 ekor jantan,” ungkapnya
Dalam satu kali siklus 1 bulan dapat diproduksi bibit ikan patin 4 juta ekor. Harga satu ekor bibit ikan patin ukuran 3 inci di kisaran Rp 375 rupiah. Saat ini dengan Omset pendapatan 300 hingga 350 Juta perbulan. Dan permintaan bibit ikan patin sedang melonjak di Kalsel, Kalteng dan Kaltim, kebanyakan dari Banjarmasin dan Palangkaraya .
Masa Pandemi COVID-19, ternyata tidak mempengaruhi permintaan bibit ikan patin, justru terus meningkat permintaannya. Hanya saja para petani tambak ikan harus rela rugi dan habis tak tersisa ketika musibah banjir beberapa waktu lalu menimpa usaha mereka dan kerugian miliaran rupiah
“Saat ini Khusus petani Pembudidaya Ikan yang kurang mampu, di Kecamatan Karang Intan, kami bantu dengan modal pinjam bibit juga pakan ikan dan setelah panen dibayar,” ucap Noviansyah
Dulu bibit ikan datangkan dari luar Pulau Kalimantan, sekarang bisa melakukan produksi sendiri pembibitan ikan patin dan nila. Sampai saat ini produksi tidak bisa mencukupi jumlah permintaan yang semakin banyak, dan kebanyakan konsumen membeli bibit ikan patin untuk dibudidayakan di kolam pembesaran.
“Menjalani usaha dari Nol bukan sesuatu yang ringan. Serma M Noviansyah mengakui, awal awal mengembangkan usahanya dirinya kerap mengalami kendala permodalan. Selain menjalankan usahanya, sebagai seorang Babinsa juga aktif dalam kegiatan membina desa di wilayah apalagi disaat-saat seperti ini curah hujan cukup tinggi, Sosialisasi dan edukasi bahkan Komsos dilakukan,” ungkapnya lagi



