REDAKSI8.COM, SIBOLGA – Teror terhadap kediaman mantan calon Walikota Sibolga, Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung, kembali terjadi. Rumahnya diduga diserang orang tak dikenal (OTK) di Medan pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.31 WIB.
Aksi tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar kediaman Fadhil. Dalam rekaman terlihat satu unit sepeda motor yang ditumpangi dua orang berhenti di sekitar rumah.
Salah seorang dari dua orang tersebut kemudian turun dari sepeda motor dan berjalan menuju garasi mobil milik Fadhil Thoib Hutagalung.
Tanpa terlihat adanya percakapan, pria tersebut diduga langsung melakukan pelemparan ke arah garasi. Dalam rekaman CCTV, aksi pelemparan tampak dilakukan sebanyak dua kali, sebelum pelaku kembali menuju sepeda motor dan melarikan diri bersama rekannya.
Akibat aksi tersebut, kaca depan mobil milik Fadhil Thoib Hutagalung pecah.
Peristiwa ini bukan kali pertama kediaman Fadhil diduga menjadi sasaran aksi kekerasan. Menurut Fadhil, kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi menjelang Pilkada Sibolga.
Insiden pertama terjadi pada 29 Oktober 2023 sekitar pukul 09.32 WIB. Saat itu, seorang pria yang mengenakan jaket dan helm terekam CCTV berada di sekitar kediamannya.
Dalam rekaman tersebut, pria itu diduga menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) ke mobil milik Fadhil yang berada di garasi, sebelum kemudian terjadi kebakaran.
“Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsek Helvetia, sedangkan untuk peristiwa pelemoran, kami akan buat laporan ke Polres dan saat ini masih proses.
Peristiwa tersebut menyebabkan mobil mengalami kerusakan akibat terbakar. Sejumlah fasilitas di bagian rumah juga dilaporkan ikut terdampak.
Kini, hampir tiga tahun berselang, kediaman Fadhil kembali diduga menjadi sasaran serangan.
Rentetan kejadian tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai motif dan tujuan di balik aksi yang menyasar kediaman mantan calon kepala daerah tersebut.
Terlebih, aksi terbaru terjadi saat suasana dini hari, ketika lingkungan sekitar relatif sepi. Pelaku juga terlihat datang berboncengan dan langsung meninggalkan lokasi setelah melakukan pelemparan.
Fadhil berharap aparat kepolisian segera mengusut kejadian tersebut secara serius dengan memeriksa rekaman CCTV dan mengidentifikasi pelaku.
Ia juga berharap kejadian tersebut tidak dianggap sebagai aksi kriminal biasa, mengingat kediamannya disebut telah dua kali menjadi sasaran dalam rentang waktu yang berbeda.
Aksi pelemparan terbaru ini kini kembali menyisakan keresahan sekaligus pertanyaan siapa pelakunya, apa motifnya, dan mengapa kediaman Fadhil Toib Hutagalung kembali menjadi sasaran?. (Jerry).

