REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam upaya memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah sekaligus memastikan akurasi pengukuran kinerja tahun 2026, Bappedalitbang Kabupaten Banjar menggelar Koordinasi Keselarasan Data Target Kinerja SKPD Mitra Pemerintahan Kecamatan melalui Aplikasi SIMONDALEV, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga keselarasan antara data target kinerja dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan kualitas capaian kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bermitra langsung dengan pemerintahan kecamatan. Forum koordinasi tersebut diikuti oleh Kasubbag Perencanaan, Keuangan, dan Aset Kecamatan, serta satu orang fungsional perencana atau staf operator aplikasi SIMONDALEV dari 20 kecamatan se-Kabupaten Banjar.
Tidak sekadar bersifat administratif, forum ini juga menjadi ruang evaluasi bersama terhadap kesesuaian antara target dan realisasi kinerja tahun 2025 yang akan dijadikan pijakan utama dalam penyusunan target tahun 2026. Dengan demikian, perencanaan yang disusun diharapkan lebih realistis, terukur, dan berbasis kondisi riil di lapangan.
Kasubbid Pemerintahan Kecamatan Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nuriyami, dalam sambutannya menekankan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam penyajian data kinerja, khususnya untuk meminimalkan deviasi antara Rencana Operasional Pelaksanaan Kegiatan (ROPK) fisik dan keuangan.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat beberapa kecamatan yang belum sepenuhnya menyesuaikan target kinerja program dan kegiatan dengan realisasi tahun 2025. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan data yang berdampak pada penilaian kinerja secara keseluruhan.
“Data yang disajikan harus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Selisih yang terlalu jauh antara target dan realisasi akan memengaruhi validitas penilaian kinerja,” tegasnya.
Dalam paparannya, Nuriyami juga membeberkan hasil rekapitulasi perbandingan antara dokumen Rencana Strategis (Renstra), realisasi kinerja tahun 2025, Perjanjian Kinerja (PK), serta data yang terinput dalam aplikasi SIMONDALEV. Dari hasil tersebut, ditemukan adanya ketidaksesuaian data pada beberapa kecamatan, di antaranya Martapura Timur dan Karang Intan, di mana capaian realisasi belum sepenuhnya selaras dengan data SKPD terkait.
Ia menegaskan bahwa penginputan capaian kinerja per triwulan harus dilakukan secara akurat, konsisten, dan tepat waktu. Hal ini menjadi kunci agar proses evaluasi kinerja dapat berlangsung objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sinkronisasi data ini sangat penting. Jangan sampai ada perbedaan antara dokumen perencanaan dan aplikasi. Semua harus satu suara,” ujarnya menekankan.
Selain fokus pada evaluasi data kinerja, kegiatan koordinasi ini juga dirangkaikan dengan review dan penyesuaian Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan periode 2025–2029. Review tersebut difokuskan pada penyesuaian target berdasarkan realisasi terbaru, tanpa mengubah nomenklatur program maupun indikator kinerja.
Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, Bappedalitbang telah menyiapkan template dan contoh dokumen revisi, termasuk lampiran perubahan yang memuat perbandingan target lama dan target baru beserta alasan penyesuaiannya.
Melalui kegiatan ini, Bappedalitbang Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya dalam membangun sistem perencanaan dan evaluasi pembangunan yang presisi, terintegrasi, dan akuntabel. Seluruh kecamatan diharapkan segera melakukan penyesuaian data sebelum proses penarikan data berikutnya, sehingga target kinerja tahun 2026 benar-benar selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Dengan data yang akurat dan terkelola secara terpadu dalam SIMONDALEV, kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan di Kabupaten Banjar diharapkan semakin meningkat dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.



