REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Titik lokasi (datum) bangkai kapal KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa dilaporkan mengalami pergeseran sejauh kurang lebih 1,6 nautical mile (mil laut<-red).
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan, pergeseran tersebut terjadi karena masih terdapat sekat-sekat atau ruang kosong udara di dalam kapal yang membuat posisinya melayang dalam kondisi terbalik.

“Artinya di dalam kapal ini masih ada sekat-sekat atau ruang kosong, sehingga memungkinkan kapal ini masih bisa bergeser melayang,” ujar Kabasarnas dalam konferensi pers, Selasa (15/9) malam.
Selain faktor cuaca yang menghambat prosedur penyelaman, adanya ruang kosong tersebut juga menjadi kendala tersendiri bagi tim penyelamat.
Tim penyelam tidak bisa serta merta memaksa masuk dan membuka sekat ruang kosong karena adanya risiko perubahan tekanan ekstrem yang sangat membahayakan keselamatan.
Menyikapi kondisi tersebut, Tim SAR Gabungan yang melibatkan personel ahli serta jajaran TNI Angkatan Laut tengah mengkaji sejumlah opsi penanganan lanjutan.
Pertama, membalik posisi kapal. Merubah posisi kapal yang saat ini tengkurap/terbalik supaya memudahkan proses evakuasi maupun tindakan teknis selanjutnya.
Kedua, mempertimbangkan untuk menarik bangkai kapal dari kedalaman saat ini (sekitar 30 meter) menuju area perairan yang jauh lebih dangkal.
Lalu Alternatif opsi ketiga, jika kondisi memungkinkan dan dinilai lebih aman, opsi untuk membiarkan kapal tenggelam diam di dasar laut juga sempat menjadi salah satu masukan pertimbangan dari TNI AL.
Syafii menegaskan, seluruh opsi tersebut saat ini terus didiskusikan secara matang bersama para ahli dan personel berpengalaman demi menentukan langkah penanganan terbaik ke depan.

