REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mulai merehabilitasi Jembatan Cambai di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru pada Juni 2026.
Proyek yang ditargetkan rampung September 2026 mendatang itu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.

Pekerjaan rehabilitasi difokuskan pada penggantian box culvert serta pelebaran jembatan di Jalan Mistar Cokrokusumo.
Maka selama proses konstruksi berlangsung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel menyiapkan jembatan daru arus lalu lintas tetap berjalan.
Asisten Teknis Pekerjaan Jembatan Cambai, Andi Farah Dhina mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga di tingkat Kecamatan.
“Sebelumnya kami sudah menggelar rapat dua kali bersama Polda Kalsel, Polres Banjarbaru, serta Dishub Kalsel dan Kota Banjarbaru terkait rencana perbaikan ini. Dari hasil rapat kami juga diminta mengadakan sosialisasi di tingkat kecamatan yang kini sudah selesai dilaksanakan,” ujarnya saat melakukan survei lapangan, Selasa (2/6/26).
Menurutnya, salah satu fokus utama proyek adalah memperlebar badan jembatan yang selama ini dinilai sempit dan berisiko bagi pengguna jalan lalu lintas.
“Pelebarannya 7 meter, dari awal 5,5 jadi 7 meter, tambah dengan beton itu jadi 7,6 dan mungkin keseluruhan lebar jadi 16 meter,” sebutnya.
Meski demikian, selama pekerjaan berlangsung, kendaraan tetap dapat melintas melalui jembatan sementara yang dibangun di sekitar lokasi proyek.
“Selama perbaikan dari Juni sampai September nanti, akan disediakan jembatan darurat. Namun, itu hanya diperuntukkan bagi mobil atau kendaraan dengan bobot di bawah 10 ton,” jelasnya.
“Untuk kendaraan berat sumbu 6 ke atas atau yang muatannya melebihi 10 ton, dialihkan untuk melewati jalur alternatif, seperti rute,” sambungnya.
Di sisi lain, warga sekitar menyambut positif proyek tersebut karena menjadi solusi atas dua persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, yakni kecelakaan lalu lintas dan banjir.
Seorang pemilik lahan di sekitar lokasi, Husna mengaku, mendukung penuh pelaksanaan proyek meski aktivitas warga diperkirakan sedikit terganggu selama pengerjaan.
“Kami warga di sini sangat senang kalau jembatan ini dilebarkan dan diperbaiki, apalagi ini kan untuk kepentingan masyarakat luas. Walaupun nanti ada sedikit hambatan atau kemacetan, bagi kami tidak masalah, aman-aman saja,” katanya.
Ia mengatakan, dengan kondisi jalan yang menurun dan menikung membuat keberadaan jembatan sering tidak terlihat oleh pengendara dari kejauhan sehingga rawan memicu kecelakaan.
Selain itu, kapasitas saluran air di bawah jembatan yang terbatas juga menyebabkan kawasan tersebut kerap tergenang saat hujan deras.
“Di sini memang sering sekali terjadi kecelakaan karena posisi jembatannya dari atas ke bawah tidak kelihatan sama sekali. Ditambah lagi kalau hujan pasti banjir, karena lubang gorong-gorong di bawah jembatan itu terlalu kecil, jadi aliran air tersumbat dan meluap ke jalan,” jelasnya.
PUPR Kalsel juga mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap mematuhi pengaturan lalu lintas di lapangan selama proyek berlangsung.
“Sementara kendaraan bertonase besar diminta menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan menjaga kelancaran pekerjaan,” tandasnya.



