REDAKSI8.COM. BALANGAN – Antusiasme generasi muda Kabupaten Balangan dalam melestarikan budaya daerah kembali terlihat pada penyelenggaraan Technical Meeting (Baandah Habar) Pemilihan Nanang Galuh Balangan 2026 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan, Jumat (7/8/2026).
Sebanyak 61 peserta yang telah resmi mendaftarkan diri mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 22 peserta Nanang dan 39 peserta Galuh, yang siap bersaing secara sehat untuk menjadi ikon generasi muda sekaligus duta budaya Kabupaten Balangan.

Technical meeting menjadi agenda penting sebelum seluruh peserta memasuki tahapan seleksi. Dalam kegiatan ini, panitia memberikan penjelasan menyeluruh mengenai mekanisme perlombaan, tata tertib, kriteria penilaian, hingga berbagai rangkaian kegiatan yang akan dijalani para peserta selama proses pemilihan berlangsung.
Ketua Umum Pawadahan Nanang Galuh Kabupaten Balangan, Ahmad Pajar, mengatakan tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa minat generasi muda Balangan terhadap pelestarian budaya daerah terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurutnya, ajang Pemilihan Nanang Galuh bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap budaya dan tradisi lokal.
Usai technical meeting, seluruh peserta akan mengikuti beberapa tahapan seleksi yang telah disiapkan panitia. Tahapan tersebut dimulai dari Basasuluh dan Baurak Halar sebagai seleksi tahap pertama dan kedua, kemudian dilanjutkan dengan Maniti Watun atau masa karantina. Seluruh proses itu akan bermuara pada malam puncak Baarak Naga Balangan yang menjadi grand final Pemilihan Nanang Galuh Balangan 2026.
Ahmad Pajar berharap peserta yang nantinya terpilih tidak hanya membawa gelar sebagai Nanang dan Galuh Balangan, tetapi juga mampu menjalankan amanah sebagai representasi generasi muda yang aktif mempromosikan budaya daerah.
“Nanang dan Galuh yang terpilih diharapkan menjadi teladan, pelopor, sekaligus duta budaya yang mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah derasnya perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Balangan, Rosma Hilda, menjelaskan bahwa Pemilihan Nanang Galuh merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaring putra-putri terbaik Balangan yang memiliki kemampuan, wawasan budaya, serta kepedulian terhadap pelestarian adat istiadat daerah.
Ia menilai peran Nanang dan Galuh sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengenalkan kekayaan budaya Balangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjadi wajah daerah dalam berbagai kegiatan promosi budaya, pariwisata, maupun event tingkat regional hingga nasional.
Rosma juga mengingatkan dewan juri dan seluruh panitia pelaksana agar menjaga profesionalitas, objektivitas, serta transparansi selama proses seleksi berlangsung. Dengan demikian, setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Kami berharap dewan juri dapat melakukan penilaian secara detail sehingga peserta yang terpilih benar-benar memiliki kualitas, integritas, dan mampu menjadi duta budaya sekaligus mitra pemerintah daerah dalam melestarikan budaya dan tradisi Kabupaten Balangan,” katanya.
Pemilihan Nanang Galuh Balangan sendiri tidak hanya berorientasi pada penampilan atau kemampuan berbicara di atas panggung. Lebih dari itu, para peserta dituntut memiliki wawasan mengenai sejarah, adat istiadat, bahasa daerah, seni budaya, kepariwisataan, hingga kemampuan berkomunikasi dan kepemimpinan yang baik.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi agen pelestarian budaya sekaligus menginspirasi masyarakat untuk terus mencintai warisan budaya daerah. Di tengah derasnya arus modernisasi, kehadiran Nanang dan Galuh diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi dan perkembangan zaman, sehingga identitas budaya Balangan tetap terjaga dan semakin dikenal luas.



