REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tingkat pengangguran terbuka di Kota Banjarbaru pada Tahun 2025 tercatat mengalami penurunan menjadi 4,75 persen, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,93 persen.
Penurunan itu menunjukkan adanya perbaikan dalam kondisi ketenagakerjaan, meskipun secara persentase angka tersebut masih berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sebesar 4,16 persen, namun lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 4,85 persen.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan, penurunan tingkat pengangguran menjadi indikator positif bagi kondisi ketenagakerjaan di daerah.
“Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Ia mengungkap, berbagai program dan kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) terus diarahkan untuk menekan angka pengangguran.
“Kami terus mendorong penciptaan lapangan kerja melalui berbagai sektor,” katanya.
Namun demikian, pihaknya juga mengakui masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan, terutama terkait posisi angka pengangguran yang masih berada di atas rata-rata Provinsi.
“Kondisi ini menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja,” ucapnya.
Selain itu, menurutnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu kunci utama dalam menekan angka pengangguran ke depan.
“Kami akan memperkuat pelatihan dan pengembangan keterampilan agar tenaga kerja lebih siap bersaing,” tutupnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penyerapan tenaga kerja guna mencapai kondisi ketenagakerjaan yang lebih baik di masa mendatang.



