REDAKSI8.COM, MARTAPURA – Membuka awal tahun 2026, Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kamis (1/1/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Indonesia Advanture Travel Association, Mapala Piranha Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Komunitas Pecinta Alam Politeknik Banjarmasin (KPA-P) dan sejumlah awak media.

Bantuan disalurkan di dua titik terdampak, di Desa Murung Mesjid dan kawasan Kampung Jawa.
Sebanyak 100 paket bantuan dibagikan kepada warga, berisi kebutuhan pokok seperti beras, telur, mie instan, susu, minyak goreng, kecap manis dan air mineral.
Ketua FAJI Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah mengatakan, aksi sosial itu merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat terhadap banjir yang kembali melanda wilayah Kabupaten Banjar.
“Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara komunitas olahraga, penggiat lingkungan dan media dalam merespons bencana banjir yang kerap terjadi di daerah ini,” terangnya.
Menurut Bandi (panggilan akrab<-red), banjir yang berulang menandakan perlunya penanganan lebih serius, tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi edukasi lingkungan dan mitigasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Kondisi warga sangat memprihatinkan. Selain bantuan logistik, edukasi tentang lingkungan dan mitigasi bencana perlu terus dilakukan supaya dampak banjir bisa diminimalkan,” jelas Bandi.
Ia mendorong keterlibatan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga program CSR perusahaan, untuk mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang dinilai sudah menjadi rutinitas tahunan.
Pun, FAJI Kalsel berencana melakukan pendataan lanjutan terkait kebutuhan mendesak warga, seperti perlengkapan bayi, suplemen kesehatan, serta alat kebersihan.
Tidak hanya sampai disana, organisasi yang dipimpin tokoh penting di Kalsel itu akan menggagas program dapur berjalan guna menyediakan makanan siap saji langsung di lokasi terdampak.
Salah satu warga Desa Murung Mesjid, Hakimah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
Ia mengungkapkan, banjir kali ini merupakan kejadian keempat dalam sebulan terakhir.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Air sudah masuk rumah, dan ini sudah berulang kali terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya.
Selanjutnya Pembina Mapala Piranha ULM, Muhammad Ihsanul Hakim menerangkan, keterlibatan mahasiswa dalam aksi sosial tersebut bertujuan untuk meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan empati sosial.
“Kami melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak cukup parah. Semoga kegiatan ini dapat membantu dan mengetuk kepedulian pihak lain yang memiliki kemampuan lebih,” sarannya.



