REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di kawasan Jalan Golf resmi ditutup dan dipindahkan.
Penutupan itu dilakukan karena kondisi TPS dinilai sudah lama tidak terkelola dan menimbulkan gangguan lingkungan, terutama bau yang mencemari udara di sekitar permukiman.
Salah satu warga di Jalan Golf yang tinggalnya tepat di depan lokasi TPS, Robert mengatakan, sebelum ditutup, TPS tersebut memang sudah jarang digunakan dan terlihat lama tidak tertangani.
“Memang sudah lama juga nampak sampah disini. Baunya mengganggu, dan kualitas udara, jadi akhirnya ditutup dan dipindahkan,” ujarnya, Rabu (24/12/25).
Namun setelah TPS ditutup, persoalan baru muncul. Dimana masih ada masyarakat yang membuang sampah di lokasi bekas TPS karena belum mengetahui pemindahan tersebut.
“Setelah ditutup ini masih banyak masyarakat yang buang sampah disini. Pada awal penutupan masyarakat juga belum tahu harus buang ke mana, jadi masih ada yang buang pagi, siang, sampai malam,” jelasnya.
Ia menyebut, kebingungan warga terjadi karena kurangnya informasi dan jarak TPS pengganti yang dinilai cukup jauh bagi sebagian masyarakat.
“Mereka bingung mau buang ke mana. Kalau tidak ada pengawasan satu orang buang, nanti yang lain ikut buang juga,” katanya.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, warga sekitar berinisiatif melakukan pengawasan di lokasi bekas TPS dengan membentuk pos.
“Akhirnya kita arahkan, Kalau ada sampah yang terlanjur dibuang kita yang ambil dan bersihkan, kita pindahkan ke tempat yang sudah disediakan,” ujarnya.
Robert berharap, ke depan ada solusi yang lebih tepat dari Pemerintah terkait, khususnya bagi warga yang tempat tinggalnya jauh dari TPS resmi.
“Harapannya untuk masyarakat yang jauh-jauh ini ada solusi. Mungkin memang TPS yang ada terlalu jauh, sementara penduduk disini sudah padat, jadi perlu dipikirkan lagi penempatan tempat sampah yang lebih terjangkau,” tandasnya.



