REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru resmi menerima hibah dua unit Early Warning System (EWS) dan satu unit truk serba guna dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan tersebut diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru saat apel Hari Bela Negara di Lapangan Dr Murdjani pada Senin (22/12/25) pagi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarbaru, Sirajoni mengatakan, hibah itu ditujukan untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana, khususnya di tengah potensi risiko yang meningkat pada puncak musim hujan.
“Armada dan EWS ini untuk mengantisipasi bencana, yang dikhawatirkan muncul di puncak musim hujan yaitu bulan Desember hingga Januari,” ujarnya.
Ia berharap, kehadiran sarana tersebut dapat membantu Pemerintah dan relawan dalam mendeteksi potensi bencana lebih dini, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Sehingga dapat memudahkan kita untuk lebih memitigasi lagi dampaki dari bencana,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie menyampaikan, hibah itu merupakan realisasi bantuan BNPB di akhir tahun dan menjadi yang pertama bagi Banjarbaru.
“Termasuk EWS yang di pasang sebagai peringatan dini bencana banjir di Banjarbaru, merupakan hal yang baru bagi masyarakat Banjarbaru, dan ini adalah pertama kalinya Banjarbaru mendapatkan EWS,” jelasnya.
Di sisi lain, truk serba guna akan digunakan untuk kebutuhan evakuasi, pengoperasian peralatan kebencanaan, serta pengangkutan warga terdampak.
Sementara dua unit EWS difungsikan sebagai sistem peringatan dini bagi masyarakat.
Dimana sirine EWS memiliki jangkauan suara hingga 1,5 kilometer persegi dan akan dipasang di dua titik rawan bencana, yakni Kelurahan Cempaka dan Guntung Paikat.
Meski merupakan perangkat baru, BPBD memastikan warga di sekitar lokasi pemasangan telah mendapatkan sosialisasi langsung dari BNPB terkait fungsi dan mekanisme EWS.
“Nantinya kita akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memastikan status bahaya dapat menyebar melalui pesan singkat. Sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi darurat meskipun berada jauh dari lokasi EWS,” tutupnya.



