REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Menghadapi gejolak harga sejumlah komoditas pangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat kerjasama lintas sektor hingga menggelar pasar murah di 13 Kabupaten Kota.
Berdasarkan data harga terbaru menunjukkan beberapa komoditas strategis masih dalam kategori stabil, meski terjadi lonjakan pada cabai dan bawang.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan menyampaikan, sejumlah strategi pengendalian inflasi pangan terus dijalankan Pemprov Kalsel.
Khususnya setelah data per 9 Desember menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti cabai merah besar 76,2 persen, bawang merah 20,8 persen, serta kacang tanah 15,7 persen.
“Pemprov sudah menyiapkan untuk menekan ini, kami sudah kerjasama dengan dinas pertanian sehingga ketahanan pangan kita aman,” ujarnya.
Pemprov Kalsel juga sudah menggelar program pasar murah di 13 Kabupaten Kota sebagai bentuk intervensi langsung untuk menekan harga di lapangan.
“Pasar murah sudah dari 13 Kabupaten kami datangi, jadi ada satu agenda saja lagi kami nanti kegiatan yang provinsi yang kami rencanakan pasar murahnya di Idham Halid ini,” katanya.
Yang mana, katanya kegiatan serupa sebelumnya pun telah digelar di Mahligai Pancasila.
“Kemarin di Mahligai Pancasila juga merupakan kegiatan dari provinsi pasar murahnya,” ucapnya.
Meski begitu, Ia menyebutkan, beberapa komoditas strategis lainnya masih stabil seperti gula pasir curah Rp17.750, minyak goreng curah Rp17.200, minyakita Rp16.880, tepung terigu Rp12.800, ikan bandeng Rp27.600, dan ikan tongkol Rp40.000.
Selain cabai, kenaikan juga terjadi pada komoditas susu cair karena meningkatnya kebutuhan nasional.
“Kebutuhan MBG juga terpenuhi sebenarnya. Kendalanya MBG ini susu cair, jadi susu cair ini yang agak naik,” jelasnya.
Namun, permintaan tambahan pasokan tetap diupayakan Pemerintah kepada produsen agar dapat mencukupi kebutuhan.
“Ya kita tinggal meminta tambahan dari produsen. Tapi ini se-Indonesia, harap kita maklumi saja,” tutupnya.



