REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan stok bahan pokok (bapok) tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru, serta peringatan momentum 5 Rajab.
Berdasarkan data harga per tanggal 9 Desember Tahun 2025, sejumlah komoditas utama tercatat masih stabil, bahkan mengalami penurunan.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan menegaskan, ketersediaan bahan pokok di Banua tidak mengalami gangguan berarti.
Harga beberapa komoditas utama tercatat stabil, seperti gula pasir Rp17.750, tepung terigu Rp12.800, kedelai impor Rp13.667, minyak goreng curah Rp17.200, serta minyak goreng premium Rp21 ribu per liter, yang seluruhnya tidak berubah dibanding periode sebelumnya.
“InsyaAllah aman, maksud aman itu dari bahan pokok telur ayam, daging, susu, kacang kedelai, tepung tidak ada mengalami kenaikan, cuma yang mengalami kenaikan yang sangat banyak ini adalah di cabai merah keriting,” ucapnya, Rabu (10/12/25).
Selain itu, Ia menyebut, kondisi telur ayam ras juga menunjukkan stabilitas harga yang berada di Rp30.800 per kilogramnya atau turun -0,6 persen.
“Telur aman, kemarin sempat ada kenaikan, tapi hari ini hanya Rp30.800 per kilogramnya. Sebelumnya sampai Rp32 ribu-Rp35 ribu, hari ini sudah agak stabil,” jelasnya.
Di sisi lain, daging ayam ras pun terpantau turun dari level tertinggi, dan sekarang berada di harga Rp34.150 atau turun signifikan dari periode sebelumnya.
“Ayam pedaging juga sudah turun hari ini cuma Rp35 ribu-Rp37 ribu satu kilonya. Sehingga kemarin yang sempat Rp40 ribu sudah agak reda. Kita berharap masyarakat jangan panik,” sebutnya.
Sementara untuk stok beras katanya dilaporkan dalam kondisi aman dengan harga beras medium turun -2,6 persen menjadi Rp13.522, sedangkan beras premium relatif stabil di Rp16.850.
“Beras aman. Bahkan ada beras community yang belum sempat terbagi. Bulog menyiapkan 25 ribu ton tahun ini, belum habis lagi untuk beras SPHP nya, karena banua kita juga panen,” tutupnya.



