REDAKSI8.COM, MINAHASA TENGGARA – Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip bergerak cepat menindaklanjuti perkelahian antar kelompok pemuda Desa Watuliney dan Desa Molompar yang terjadi pada Minggu (30/11/2025). Ia turun langsung ke lokasi untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan konflik tidak berkembang lebih luas.
Didampingi Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, serta Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, rombongan menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat. Pertemuan berlangsung di Gereja GMIM Silo Desa Watuliney, Kecamatan Belang, Senin (1/12/2025).
Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi TNI–Polri bersama pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam merumuskan langkah strategis penyelesaian konflik, sekaligus meningkatkan pembinaan keamanan hingga tingkat desa.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen dalam mendukung upaya menciptakan rasa aman bagi seluruh warga,” tegas Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip.
Ia menambahkan, Korem 131/Santiago sebagai satuan teritorial memiliki tugas penting dalam memastikan stabilitas keamanan wilayah selalu terjaga.
Mantan Dandim 0207/Simalungun ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membina para pemuda agar tidak mudah terprovokasi dan terjebak dalam aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
“Perlu peran bersama—pemerintah desa, tokoh agama, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas—untuk mengawasi dan memberikan pembinaan kepada generasi muda. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” tegasnya.
Upaya pemulihan situasi keamanan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kapolda Sulut dan Pemerintah Daerah Mitra. Harapannya, dinamika yang terjadi menjadi momentum memperkuat persaudaraan antar dua desa bertetangga tersebut.
Pertemuan turut dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, pejabat jajaran Kodam XIII/Merdeka, pimpinan Polda Sulut, Dandim 1302/Minahasa, Bupati dan Wakil Bupati Mitra, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.
Dengan terjalinnya koordinasi erat semua pihak, kondisi keamanan diharapkan semakin kondusif, dan para pemuda kembali bersatu membangun daerah yang rukun, aman, dan damai.
Didampingi Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, serta Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, rombongan menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat. Pertemuan berlangsung di Gereja GMIM Silo Desa Watuliney, Kecamatan Belang, Senin (1/12/2025).
Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi TNI–Polri bersama pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam merumuskan langkah strategis penyelesaian konflik, sekaligus meningkatkan pembinaan keamanan hingga tingkat desa.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen dalam mendukung upaya menciptakan rasa aman bagi seluruh warga,” tegas Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip.
Ia menambahkan, Korem 131/Santiago sebagai satuan teritorial memiliki tugas penting dalam memastikan stabilitas keamanan wilayah selalu terjaga.
Mantan Dandim 0207/Simalungun ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membina para pemuda agar tidak mudah terprovokasi dan terjebak dalam aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
“Perlu peran bersama—pemerintah desa, tokoh agama, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas—untuk mengawasi dan memberikan pembinaan kepada generasi muda. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” tegasnya.
Upaya pemulihan situasi keamanan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kapolda Sulut dan Pemerintah Daerah Mitra. Harapannya, dinamika yang terjadi menjadi momentum memperkuat persaudaraan antar dua desa bertetangga tersebut.
Pertemuan turut dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, pejabat jajaran Kodam XIII/Merdeka, pimpinan Polda Sulut, Dandim 1302/Minahasa, Bupati dan Wakil Bupati Mitra, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.
Dengan terjalinnya koordinasi erat semua pihak, kondisi keamanan diharapkan semakin kondusif, dan para pemuda kembali bersatu membangun daerah yang rukun, aman, dan damai.



