REDAKSI8.COM, TABALONG – Untuk pertama kalinya, Kelompok Tani (Poktan) Warni Hulu di Desa Kasiau, Kecamatan Murung Pudak, berhasil memetik hasil panen perdana cabai tiung dengan jumlah melimpah.
Dalam sekali panen, enam anggota kelompok ini mampu menghasilkan hingga ratusan kilogram cabai dari lahan seluas satu hektare yang ditanami sekitar 6.000 pohon.
Ketua Poktan Warni Hulu, Juhdi Hamdani, mengatakan meski harga cabai sempat turun, panen perdana tetap memberikan keuntungan signifikan bagi anggota kelompok.
“Sekali panen bisa dapat 90 sampai 100 kilo. Harga kemarin sekitar Rp80 ribu per kilo, sekarang turun jadi Rp40 ribu. Walaupun turun, tetap untung. Kalau harga tinggi, keuntungan tentu lebih besar,” ujarnya.
Pemerintah Desa Kasiau memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan tanaman hortikultura di desa tersebut.
Kepala Desa Kasiau, Rahmad Fauzi, menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lahan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya hortikultura.
“Kami dari Pemerintah Desa Kasiau tentu mensupport kegiatan hortikultura. Lahan di sini sangat berlimpah, sebisa mungkin dimanfaatkan agar warga bisa menanam hortikultura di setiap RT,” jelasnya.
Ke depan, Poktan Warni Hulu berharap mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah, terutama terkait harga pupuk yang cukup tinggi.
Mereka mengajak masyarakat Desa Kasiau lainnya untuk ikut memanfaatkan peluang dari budidaya cabai tiung, sehingga potensi hortikultura di desa semakin optimal.



