REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kelangkaan Pertamax yang terjadi di sejumlah SPBU Kota Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir memicu keluhan masyarakat.
Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru Emi Lasari meminta Pertamina segera turun tangan mengatasi persoalan pasokan.

Emi mengaku telah banyak menerima laporan dari warga yang kesulitan mendapatkan Pertamax, terutama di kawasan pusat kota hingga Landasan Ulin.
“Sering habis. Dari kantor mau isi, di sepanjang jalur itu sudah beberapa kali tidak kebagian. Awalnya saya curiga, kok bisa sering kosong,” ucapnya ke wartawan, Senin (24/11/2025) petang.
Melihat kondisi yang terus berulang, sontak ia berkoordinasi dengan Pertamina meminta penjelasan terkait penyebab kelangkaan Pertamax.
Dari komunikasi awal, katanya Pertamina menyebut lonjakan penggunaan Pertamax menjadi pemicu utama kekosongan.
“Menurut Pertamina, ini terjadi karena ada peralihan besar-besaran dari pengguna Pertalite ke Pertamax akibat isu Pertalite oplosan yang ramai diberitakan,” terangnya.

Isu tersebut membuat banyak masyarakat beralih menggunakan Pertamax, sehingga permintaan meningkat tajam.
Pertamina dikabarkan telah menambah suplai Pertamax sekitar 40 persen, namun distribusinya masih perlu penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan di Banjarbaru.
“Saya baru komunikasi untuk wilayah Banjarbaru. Perkembangan di lapangan masih terus saya pantau,” ungkap Emi.
Menurutnya, upaya Pertamina tidak cukup hanya menambah pasokan.
Pemulihan kepercayaan publik melalui penjelasan resmi terkait isu Pertalite oplosan menjadi hal penting supaya situasi tidak semakin gaduh.
“Pertamina harus hadir menjelaskan ke publik supaya keadaan tetap kondusif. Penjelasan resmi penting agar masyarakat tidak panik atau mengambil keputusan tergesa-gesa,” tegasnya.
“Ada baiknya pertamina buka pengaduan jika terjadi kasus di lapangan terkait kualitas pertalite,” tambahnya menyarankan.
Lebih jauh kepada Redaksi8.com melalui sambungan telepon, pemerintah sudah mewajibkan masyarakat untuk melakukan banyak hal, diantaranya kendaraan yang ingin membeli Pertalite mesti didaftarkan di website atau aplikasi MyPertamina.
Kemudian batasan pembelian pertalite hanya dapat dibeli oleh kendaraan yang terdaftar dan memiliki batasan jumlah pembelian per hari.
“Ini kan harus dihitung dampak nya di masyarakat. Artinya kalau pun penambahan jumlah pengguna pertamax, harusnya sudah di kalkulasi dan memastikan pasokan mencukupi,” pikirnya.
Emilasari memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memantau perkembangan pasokan dan memastikan stabilitas BBM di Kota Banjarbaru kembali terjaga.



