REDAKSI8.COM, KALSEL – Meningkatnya serangan penyakit pada tanaman padi akibat cuaca yang tidak menentu mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat pengendalian di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Upaya dilakukan melalui identifikasi dini, edukasi budidaya sehat, hingga pemanfaatan pestisida ramah lingkungan.


Bagi Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kabid Ketahanan Pangan, Saptono, persoalan itu mesti ditangani secara serius, mengingat padi merupakan komoditas strategis daerah.
“Terkait dengan kondisi pertanian khususnya padi, memang sangat dipengaruhi oleh dinamika cuaca,” ujarnya, Jum’at (21/11/25).
Ia menegaskan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terus melakukan berbagai langkah supaya produksi padi tetap meningkat meski cuaca tidak stabil.
“Dengan situasi cuaca yang memang tidak menentu ini, Pemerintah terus melakukan upaya-upaya bagaimana kita bisa meningkatkan produksi padi di Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Namun demikian, Saptono menuturkan, kinerja produksi padi selama dua tahun terakhir sudah menunjukkan tren positif.
“Dua tahun terakhir ini produksi padi kita cukup baik ya di Tahun 2024,” katanya.
Termasuk capaian produksi tahun lalu yang telah melampaui satu juta ton, tepatnya 1,029 juta ton.
Sementara pada Tahun 2025, realisasi hingga Agustus sudah hampir menyamai target.
“Perkiraan Tahun 2025 ini dari target 1,2 juta ton sampai dengan bulan Agustus kita sudah lebih dari 1 juta ton,” sebutnya.
Atas pencapaian tersebut diharapkan dapat terus meningkat seiring peran Kalimantan Selatan sebagai daerah penyangga pangan nasional.
“Harapannya ini akan terus meningkat dan kita sebagai daerah yang menjadi penyangga pangan nasional khususnya padi, itu akan bisa terus diperoleh,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Saptono memastikan dinas terkait akan terus mendorong produktivitas petani dengan pengawalan teknis hingga fasilitas pertanian.
“Sebenarnya tinggal bagaimana kita sebagai dinas yang menangani pertanian itu mensupport para petani, sehingga potensi-potensi ini bisa ditingkatkan,” tuturnya.
Di sisi lain, Ia menekankan, pentingnya peran penyuluh dalam menjaga pola tanam agar produksi tetap berjalan meski cuaca tidak bersahabat.
“Kita punya penyuluh, baik itu penyuluh pegawai negeri maupun swadaya yang selalu mendampingi para petani,” jelasnya.
Kemudian, mengatur pola pertanian sehingga pada kondisi-kondisi tertentu pertanian tetap akan terus berjalan.
Selain pendampingan, bantuan dari Pemerintah Pusat dan Daerah juga akan terus disalurkan kepada para petani.
“Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terus mensupport, baik itu dari bibit, pupuk dan sebagainya, sehingga masyarakat bisa terbantu didalam pertanian ini,” pungkasnya.



