REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini Inspektorat tengah mengaudit seluruh keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, atas persoalan dugaan penyelewengan anggran senilai Rp2,6 Miliar.
Informasi itu dikabarkan langsung oleh Sekretaris Daerah Banjarbaru, Sirajoni, dalam konferensi pers di Aula Gawi Balai Kota Banjarbaru, Rabu (19/11) petang.

Audit ke Dinkes Kata Sekda, merupakan bentuk dari atensi khsusus Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby untuk menuntaskan masalah tersebut.
“Sesegeranya jika audit selesai insyaAllah akan kami sampaikan lagi perkembangan kasus ini melalui pers konferensi pers selanjutnya,” ujar Sekda Sirajoni kepada seluruh awak media di Banjarbaru.
Kabar kasus itu ujarnya, diterima pihak pemerintah Kota Banjarbaru sejak tanggal 10 November.
Setelah itu, pemerintah mengaudit melalui Inspektorat terhadap dinas yang bersangkutan.
Selama proses audit berjalan, pihaknya belum bisa menentukan pelaku dibalik peristiwa yang tengah menjadi atensi publik ibu kota Kalsel sekarang.
“Kami tidak ingin menyampaikan sesuatu tanpa bukti. Kita khawatir jika memberikan statment tapi tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,” paparnya.
“Kita sangat sangat sangat serius! pesan Ibu Wali Kota buka seterang-terangnya, tindak yang melanggar. Tapi kami semua perlu waktu, sesuai aturan yang berlaku. Akan kita percepat,” sambungnya.
Lebih jauh kepada rekanan media, jika pun ada pegawai lain yang ikut terlibat dalam tragedi itu pihaknya akan memproses yang bersangkutan.
“Ada yang tidak masuk kerja, belum bisa disebut dia yang membawa kabur, tunggu hasil audit. Saya belum berani ngomong siapa pelakunya,” jelasnya.
Sekda berharap uang yang hilang itu kembali, lantaran uang itu milik negara.
“Ada atau tidak diduga oknum ASN yang melakukan penyalahgunaan anggaran tersebut, pihak pemerintah tetap akan melaksanakan proses hukum,” lanjutnya.
Diketahui, dugaan penyalahgunaan anggaran itu merupakan uang persedian (UP). Uang UP merupakan uang oprasional. Di Dinkes Banjarbaru UP yang tersedia ditahun anggaran 2025 sebesar Rp3 Miliar.
Selama konferensi pers berlangsung Sekda Banjarbaru di dampingi pihak Inspektorat dan BKPSDM.



