REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pengembangan Kelembagaan Masyarakat dan Sosial Dasar (PKMSD) menggelar kegiatan Ekspos dan Evaluasi Pendataan Indeks Desa (ID) dengan tema “Rencana Aksi Perencanaan Pembangunan Desa di Kabupaten Banjar Tahun 2025 Dalam Menetapkan Peran Multi Sektor Mewujudkan Banjar Manis”. Acara ini dilaksanakan di Ballroom Grand Qin Hotel Banjarbaru, Kamis (13/11/2025), dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintahan Desa maupun Kabupaten.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis DPMD dalam mematangkan arah pembangunan desa melalui pendekatan berbasis data yang terukur dan komprehensif.
Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dian Marlina, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kabupaten Banjar terus memaksimalkan perencanaan pembangunan desa dengan mengacu pada enam dimensi Indeks Desa, yaitu:
1. Dimensi Layanan Dasar – mencakup pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan minimum masyarakat desa.
2. Dimensi Sosial – terkait ketahanan sosial, budaya, dan partisipasi masyarakat.
3. Dimensi Ekonomi – mengukur produktivitas serta peluang usaha masyarakat.
4. Dimensi Lingkungan – melihat aspek kelestarian lingkungan desa.
5. Dimensi Aksesibilitas – menilai kemudahan akses fisik dan digital.
6. Dimensi Tata Kelola Pemerintahan Desa – mencakup kualitas pelayanan, administrasi, dan transparansi pemerintah desa.
Menurutnya, peningkatan status desa di Kabupaten Banjar dari tahun ke tahun menunjukkan hasil positif. Banyak desa yang sebelumnya berstatus berkembang kini mulai naik menuju kategori maju dan mandiri berkat perbaikan data, evaluasi berkelanjutan, dan sinergi antar sektor.
“Guna mewujudkan Desa Maju dan Mandiri, data ID menjadi instrumen penting dalam memetakan kondisi aktual desa dan merumuskan langkah pembangunan yang tepat,” ujarnya.
Indeks Desa merupakan alat ukur yang dirancang Kementerian Desa (Kemendes PDTT) untuk mengukur tingkat kemajuan, kemandirian, dan kapasitas desa. Data ini menjadi acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan arah pembangunan nasional, daerah, dan desa.
Dian Marlina berharap peserta kegiatan aktif terlibat dalam proses diskusi, memberikan masukan, serta memastikan data yang disusun tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Output kegiatan ini adalah teridentifikasinya hasil pemutakhiran data ID secara komprehensif, serta meningkatnya status desa—dari berkembang ke desa maju, dan dari maju menjadi desa mandiri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PKMSD Gt. M. Chandra Suryana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyelaraskan pemahaman peserta mengenai tata cara penginputan data ID secara benar, valid, dan akuntabel. Data yang baik, katanya, akan menjadi dasar kuat dalam menentukan arah pembangunan desa pada 2025 dan tahun-tahun berikutnya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini antara lain:
Tujuan Umum
1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman menyeluruh mengenai Indeks Desa dan rencana aksi pembangunan desa.
2. Menyatukan persepsi seluruh pihak terkait dalam menetapkan peran multi sektor untuk mewujudkan Banjar Manis (Maju, Mandiri, Agamis).
Tujuan Khusus
1. Meningkatkan kemampuan peserta dalam membaca dan menganalisa data ID yang ada pada masing-masing SKPD.
2. Menghasilkan data ID yang valid, akuntabel, dan dapat dijadikan dasar perencanaan pembangunan desa tahun mendatang.
Untuk memperkuat materi, kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, antara laiIn, Dwi Rudi Hartoyo, Direktur Advokasi dan Kerjasama Desa dan Perdesaan, Amirudin, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar
Acara juga dihadiri 114 peserta yang terdiri dari para Pambakal, Tenaga Ahli P3MD, Camat se-Kabupaten Banjar, perwakilan DPMD Provinsi Kalsel, serta stakeholder terkait lainnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyusun langkah pembangunan desa Kabupaten Banjar yang lebih terukur, berkelanjutan, dan berbasis data guna mendorong tercapainya visi Banjar Manis: Maju, Mandiri, dan Agamis.
DinsosP3AP2KB Banjar Perkuat Akurasi Data DTSEN 2026, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran
REDAKSI8.VOM, BANJAR - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) terus...



