REDAKSI8.COM, BANJAR – Kodim 1006/Banjar melalui Koramil 1006-11/Aluh Aluh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Tanam Padi di Lahan Cetak Sawah yang digelar di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah yang digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), sebagai langkah strategis meningkatkan produksi beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Acara diawali dengan penanaman padi secara simbolis oleh jajaran pejabat, aparat TNI, penyuluh, serta perwakilan kelompok tani. Momentum ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kemandirian pangan, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Banjar.
Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, BPPSDMP Kementan RI, Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, BBPP Binuang, Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan, Balai Perakitan dan Pengujian Pertanian Lahan Rawa, SMK-PP Negeri Banjarbaru, serta unsur TNI-Polri dan pemerintah kecamatan.

Dalam arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI menegaskan bahwa program cetak sawah dan optimalisasi lahan harus mampu meningkatkan indeks produksi pertanian secara signifikan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak lapangan dalam mendampingi petani agar mampu menerapkan teknologi modern dan pola tanam yang efisien. Selain itu, Kementan mendorong pelibatan generasi muda melalui petani milenial dan Brigade Pangan, agar sektor pertanian tetap produktif dan berkelanjutan di tengah tantangan regenerasi petani.
“Petani berusia lanjut sebaiknya mulai melibatkan Brigade Pangan dalam pengolahan tanah agar kegiatan produksi berjalan lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program cetak sawah di Kecamatan Beruntung Baru sendiri menargetkan pembukaan dan penanaman lahan seluas 115 hektare. Lahan tersebut diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi pertanian modern sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kalimantan Selatan.
Pihak Kementan juga mengingatkan agar seluruh pelaksana di lapangan menjaga transparansi dan integritas, terutama dalam hal distribusi pupuk dan harga gabah. Setiap dugaan penyimpangan diminta segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Dari jajaran Koramil 1006-11/Aluh Aluh, hadir Peltu Jarmali, Sertu Agus, dan Koptu Yamin yang turut mendampingi para petani dalam kegiatan penanaman. Keterlibatan TNI AD ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di wilayah binaan.
“Kami siap mendukung penuh upaya pemerintah dalam mencetak sawah baru dan membantu petani meningkatkan hasil panen. Ini bagian dari tugas kami menjaga ketahanan pangan nasional,” ungkap Peltu Jarmali di sela kegiatan.
Kegiatan tanam padi ini berlangsung aman, lancar, dan penuh semangat gotong royong. Para peserta, mulai dari pejabat, aparat TNI-Polri, hingga petani, terlihat antusias bekerja di lahan berlumpur, sebuah potret sinergi nyata antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan di Bumi Serambi Mekkah.



