REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Semangat inovasi dan kreativitas kembali menyala di Bumi Serambi Mekkah. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) sukses menggelar Kompetisi Intan Banjar (Inovasi Tangguh dan Andalan) serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tahun 2025 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-75.
Puncak penghargaan bagi para pemenang dilaksanakan usai apel gabungan, Senin (3/11/2025), di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura, dan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi.
Dalam sambutannya, Habib Idrus menyampaikan apresiasi tinggi atas lahirnya beragam gagasan inovatif dari para peserta. Ia menilai kompetisi ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Banjar, baik dari kalangan ASN maupun umum, memiliki potensi besar dalam melahirkan ide-ide solutif bagi kemajuan daerah.
“Inovasi bukan hanya soal menciptakan hal baru, tapi tentang bagaimana kita menjawab tantangan dengan cara yang kreatif, efisien, dan berdampak. Kabupaten Banjar membutuhkan pemikir-pemikir muda dan tangguh seperti para peserta hari ini,” tutur Habib Idrus.
ASN dan Perangkat Daerah: Inovasi untuk Layanan Publik yang Lebih Baik
Kompetisi yang berlangsung sejak 11 Juni hingga 25 Juli 2025 ini berhasil menjaring puluhan ide kreatif dari berbagai kalangan. Dalam kategori ASN/Perangkat Daerah, juara pertama diraih oleh Muhammad Habibi dengan inovasi berjudul “BATASBIH FUKAHA” (Bersama Tanggulangi Masalah Pembiayaan Kesehatan dan Fasilitasi Pengaduan Masyarakat Tentang Jaminan Kesehatan).
Posisi kedua ditempati Risye Hendry lewat karyanya “SIPALUI” (Sistem Informasi Puskesmas Akurat Langsung Universal Integrasi), sementara Candra Galuh Tri Ardiani menyabet juara ketiga berkat inovasi “DEPE CANTIX” (Desa Peduli Cancer Cervix).
Ketiganya menerima tambahan TPP, uang pembinaan, plakat, dan sertifikat penghargaan, sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap upaya meningkatkan mutu layanan publik di Kabupaten Banjar.
Kategori Masyarakat: Inovasi Lokal yang Kreatif dan Bernilai Ekonomi
Dari kategori masyarakat umum, inovasi lokal juga tak kalah membanggakan. Masnah keluar sebagai Juara 1 dengan produk kuliner inovatifnya “TELUR ASIN TERBAPER” (Telur Asin Bawang Putih & Serai dan Kerupuk Telur Asin ‘KUTELAN’).
Dewi Novita Sari menempati posisi kedua lewat produk “BAKILAU ARGUCIKU”, sedangkan Ida Widiansyah meraih juara ketiga dengan gagasan “BARAMUDA” (Muda Berkarya Beras Lokal Berkemasan – Diversifikasi Pangan).
Para pemenang kategori ini juga mendapatkan plakat, sertifikat, serta uang pembinaan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap semangat kewirausahaan dan kreativitas masyarakat Banjar.
Lomba Karya Tulis Ilmiah: Gagasan Visioner untuk Kemajuan Daerah
Selain kompetisi inovasi, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) juga menjadi ajang bergengsi bagi para penulis muda Banjar dalam menuangkan ide-ide strategis pembangunan daerah.
Jamal Syarif berhasil menjadi Juara 1 dengan karya berjudul “Revitalisasi Kawasan Makam Syekh Arsyad Al-Banjari Sebagai Zona Dakwah Kultural”, yang dinilai mampu menggabungkan nilai religius dan sosial dalam konteks pengembangan wisata ziarah.
Juara 2 diraih oleh Nur Sabilla Fitri dengan tulisan “Dari Puskesmas ke FYP: Strategi Digital Apoteker dalam Meningkatkan Edukasi Obat kepada Masyarakat Kabupaten Banjar”, sementara Ridwan Sya’rani menempati Juara 3 melalui karya “Destinasi Rute Manis (Magnet Wisata yang Atraktif, Natural, Ikonik Berbasis Sport Tourism)”.
Seluruh pemenang LKTI memperoleh plakat, sertifikat, dan uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi intelektual mereka.
Dorong Budaya Inovatif dan Kolaboratif
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun budaya berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif di lingkungan ASN maupun masyarakat.
“Kami ingin menanamkan bahwa inovasi harus menjadi bagian dari keseharian dalam bekerja dan berkarya. Dari sinilah Banjar akan tumbuh menjadi daerah yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Ke depan, kegiatan Kompetisi Intan Banjar dan LKTI diharapkan dapat terus dikembangkan, diperluas jangkauannya, serta diikuti lebih banyak peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Dengan begitu, Kabupaten Banjar akan semakin kaya dengan ide-ide segar yang berpotensi membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah.
Tari ‘Simfoni Nusantara’ Hantar Sanggar Kamilau Intan Sabet Juara 1 Jumpa Got Talent
REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Keterbatasan waktu latihan ternyata bukan penghalang untuk menorehkan prestasi gemilang. Berbekal persiapan khusus yang hanya berlangsung selama...



