REDAKSI8.COM, TAPTENG – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa Gerakan Tapteng Baru untuk Perubahan berujung ricuh, Kamis (31/10/2025). Bentrokan terjadi di Jalan Raja Kunjungan Lubis, saat ratusan massa hendak menuju Kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Ironisnya, dalam insiden tersebut, seorang anggota DPRD Sumatera Utara disebut turut terlibat dalam aksi saling lempar batu dan pemukulan terhadap para pengunjuk rasa.
Menurut pantauan di lapangan, massa Gerakan Tapteng Baru yang datang dari arah Simpang DPR Pandan berjalan secara tertib serta di Pandu mobil komado yang dikawal oleh personel Polres Tapanuli Tengah, tiba-tiba mendapat hadangan dari sekelompok orang tak dikenal yang jumlahnya juga mencapai ratusan. Ketegangan pun memuncak ketika kedua kubu mulai saling lempar batu dan adu fisik di tengah jalan raya.
Bentrok berlangsung sekitar 45 menit, menyebabkan suasana di kawasan itu sempat mencekam. Sejumlah peserta aksi mengaku mendapat pukulan dan tendangan dari kelompok penghadang. Bahkan seorang personel Polres Tapteng yang tengah melakukan pengamanan turut menjadi korban tindakan anarkis.
Salah satu orator aksi, Dennis Simalango, juga mengalami luka di bagian wajah akibat pukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Tapteng dari Fraksi NasDem.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara damai, bukan untuk berkelahi. Tapi justru kami dihadang, dipukul, dan dilempari batu. Ini jelas bentuk pembungkaman terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” ujar Dennis dengan nada kecewa.
Dennis menegaskan bahwa jalan yang mereka lintasi bukanlah milik pribadi kelompok tertentu, melainkan fasilitas umum milik pemerintah.
“Sangat disayangkan, di tengah demokrasi seperti sekarang, masih ada pihak-pihak yang bertindak seolah di atas hukum,” tambahnya.
Sementara itu, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa Gerakan Tapteng Baru sejatinya bertujuan mendesak DPRD Tapanuli Tengah membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mengusut dugaan mangkraknya pembangunan Kantor Bupati Tapteng yang disebut menelan anggaran besar namun belum juga selesai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Tapanuli Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat legislatif dalam insiden tersebut. Namun polisi memastikan telah mengamankan situasi dan melakukan pendalaman terhadap peristiwa yang menodai kebebasan berekspresi itu.(Jerry)



