REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Setidaknya ada 14 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kota Banjarbaru yang hingga kini rombongan belajar (rombel) nya masih belum terpenuhi.
Selain itu ada 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ibu Kota Provinsi yang kekurangan rombel, diantaranya SMP Negeri 6 Banjarbaru, SMP 13 Banjarbaru, dan SMP 12 Banjarbaru.

Kepala Disdik Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo menyampaikan, memang benar sekolah-sekolah tersebut rombelnya belum terpenuhi dengan baik.
“Tapi tahun ini SMP 13 Banjarbaru keluar dari zona itu full,” ujarnya, Jum’at (26/9/25).
Menurutnya, pemicu kurangnya rombel di SMP 6 Banjarbaru dikarenakan adanya sekolah lain di wilayah tersebut, sehingga muridnya tersebar ataupun terbagi.
Sedangkan, SMP 12 Banjarbaru itu karena berada jauh dari permukiman warga.
“Kalau SD juga seperti itu, banyak di sekitaran Cempaka daerah trans yang cenderung anak-anak usia SD ini sedikit,” tuturnya.
Adapun upaya yang dilakukan Disdik Banjarbaru yaitu melaksanakan penggratisan seragam sekolah, dan melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah SD (sekolah yang sepi peminat), TK dan seterusnya.
“Alhamdulillah progresnya ada, termasuk SD yang bekas lokasi bandara dulu, karena ada perluasan bandara jadi menyisakan satu sekolah dasar, akhirnya sepi karena masyarakat menyebar,” jelasnya.
“Di kkomet juga lingkungan pertumbuhan penduduknya adalah pensiunan,” tambahnya.
Meski demikian, berbeda dengan daerah di Liang Anggang, dan Landasan Ulin yang justru malah kelebihan murid, maka harus distribusikan dengan baik.
“Faktornya adalah adanya perkembangan permukiman, jadi permukiman yang berkembang, aktif dan banyak anak-anak nya,” terangnya.
Berdasarkan analisis yang sudah pihaknya susun bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kedepan akan ada forecasting terkait keperluan sekolah untuk se-Kota Banjarbaru.
“Kalau SMP, lima tahun kedepan wajib dibangun didaerah Ulin dan Liang Anggang itu berdasarkan analisis tersebut. SD pun sudah beberapa di tengarai yang harus ada pembangunan-pembangunan,” pungkasnya.



