Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Martapura Barat, H. Ahmad Rabani, didampingi perwakilan dari DPMD Banjar. Seluruh Pambakal se-Kecamatan Martapura Barat bersama perangkat desa turut serta, sehingga acara berlangsung penuh keakraban dan melibatkan pemangku kepentingan yang memang menjadi ujung tombak implementasi program di lapangan.
Dalam sambutannya, Ahmad Rabani menekankan pentingnya sosialisasi tersebut sebagai sarana menyamakan pemahaman antar desa. Menurutnya, Program PAMSIMAS bukan sekadar proyek penyediaan sarana fisik, tetapi sebuah upaya berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Program PAMSIMAS ini memiliki peran strategis, bukan hanya menyediakan air minum layak dan sanitasi sehat, tapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, diperlukan pemahaman komprehensif serta pengelolaan kelembagaan yang profesional mulai dari tingkat desa. Keberhasilan program ini ada di pundak kita semua,” ujar Rabani.
Acara sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta, khususnya para Pambakal dan perangkat desa, tampak antusias menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman. Diskusi berkembang seputar tantangan teknis di lapangan, seperti pengelolaan sumur bor, ketersediaan air baku, biaya pemeliharaan, hingga partisipasi masyarakat dalam menjaga sarana yang telah dibangun.
Perwakilan dari DPMD Banjar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum program benar-benar digulirkan ke desa-desa. Sosialisasi kelembagaan dinilai krusial untuk memastikan seluruh desa memiliki persepsi yang sama mengenai tata kelola program, baik dari sisi administrasi, teknis, maupun pelibatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap desa memiliki fondasi kelembagaan yang kuat. Sebab kelembagaan yang sehat akan menjadi motor penggerak agar PAMSIMAS berjalan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. Harapannya, hasil program ini bisa benar-benar dirasakan masyarakat luas,” jelas perwakilan DPMD.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya peran Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) yang dibentuk di desa. Kelompok ini bertugas mengelola sarana dan prasarana PAMSIMAS setelah dibangun, termasuk mengatur iuran masyarakat untuk biaya operasional, perawatan, dan keberlanjutan layanan.
“Kalau kelembagaan KPSPAMS berjalan baik, maka masyarakat akan punya akses berkelanjutan terhadap air minum bersih dan sanitasi sehat. Ini sesuai dengan target pembangunan nasional sekaligus mendukung pencapaian SDGs Desa poin 6, yakni menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi layak untuk semua,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi kendala yang kerap muncul di lapangan. Beberapa desa sebelumnya melaporkan adanya tantangan seperti kerusakan instalasi akibat usia pakai, keterbatasan anggaran perawatan, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga sarana yang ada. Dengan adanya pembinaan sejak awal, diharapkan kendala serupa bisa diminimalisir.
Sosialisasi ditutup dengan penekanan bahwa keberhasilan PAMSIMAS bukan hanya ditentukan oleh pemerintah atau pihak pengelola, melainkan juga dukungan penuh masyarakat desa. Partisipasi warga dalam menjaga sarana, membayar iuran dengan tertib, dan ikut terlibat dalam kegiatan pengelolaan akan menentukan keberlangsungan manfaat program.
Dengan adanya kegiatan ini, seluruh desa di Kecamatan Martapura Barat diharapkan mampu mengoptimalkan peran kelembagaan masing-masing. Tidak hanya sekadar menjalankan instruksi program nasional, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa akses air minum dan sanitasi layak adalah hak dasar yang harus dijaga bersama.
Program PAMSIMAS Tahun 2025 di Kabupaten Banjar pun diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan desa, meningkatkan kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan sejahtera.



