REDAKSI8.COM, BANJAR – Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPD Perhiptani) Kabupaten Banjar periode 2020–2025, Rabu (3/9/2025) di Aula Distan Banjar menggelar rapat koordinasi.
Acara yang digelar Dinas Pertanian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi penyuluh sekaligus menegaskan peran Perhiptani sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan sektor pertanian daerah.
Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Banjar, Amelia Sri Widyastuti, dalam laporannya menyampaikan capaian selama masa kepengurusan. Ia menegaskan, keberadaan Perhiptani telah berkontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama dalam pendampingan petani di lapangan.
Namun, Amel juga menyoroti pentingnya regenerasi. Menurutnya, organisasi harus terus menyegarkan kepengurusan agar ide-ide baru bisa tumbuh dan program kerja lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Perhiptani Banjar memerlukan penyegaran. Saya berharap adik-adik PPPK yang baru dapat melanjutkan perjuangan, mengisi kepengurusan, dan menghadirkan program kerja yang lebih inovatif serta berkelanjutan,” ujar Amel, disambut anggukan peserta Rakor.
Rakor kemudian berlanjut ke sesi diskusi. Suasana menjadi hidup ketika para peserta saling menyampaikan pandangan, mulai dari kebutuhan peningkatan kapasitas penyuluh, strategi memanfaatkan teknologi digital dalam pertanian, hingga gagasan memperluas program pendampingan ke desa-desa terpencil.
Beberapa penyuluh muda menyampaikan ide segar, seperti penerapan sistem informasi pertanian berbasis aplikasi dan pemanfaatan media sosial untuk edukasi petani. Hal ini menegaskan bahwa regenerasi memang dibutuhkan, agar Perhiptani tidak hanya bertahan tetapi juga terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.
Di akhir kegiatan, seluruh pengurus DPD Perhiptani Kabupaten Banjar sepakat untuk menjaga soliditas dan melaksanakan program yang telah dirumuskan. Komitmen itu ditegaskan bersama, bahwa penyuluh harus tetap menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani menuju pertanian yang lebih modern, mandiri, dan berdaya saing.
“Pertanian Banjar tidak akan maju tanpa kerja nyata penyuluh. Karena itu, kita harus terus bergerak bersama, saling mendukung, dan mengawal setiap program hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” tutup salah satu peserta Rakor.
Acara yang digelar Dinas Pertanian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi penyuluh sekaligus menegaskan peran Perhiptani sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan sektor pertanian daerah.
Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Banjar, Amelia Sri Widyastuti, dalam laporannya menyampaikan capaian selama masa kepengurusan. Ia menegaskan, keberadaan Perhiptani telah berkontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama dalam pendampingan petani di lapangan.
Namun, Amel juga menyoroti pentingnya regenerasi. Menurutnya, organisasi harus terus menyegarkan kepengurusan agar ide-ide baru bisa tumbuh dan program kerja lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Perhiptani Banjar memerlukan penyegaran. Saya berharap adik-adik PPPK yang baru dapat melanjutkan perjuangan, mengisi kepengurusan, dan menghadirkan program kerja yang lebih inovatif serta berkelanjutan,” ujar Amel, disambut anggukan peserta Rakor.
Rakor kemudian berlanjut ke sesi diskusi. Suasana menjadi hidup ketika para peserta saling menyampaikan pandangan, mulai dari kebutuhan peningkatan kapasitas penyuluh, strategi memanfaatkan teknologi digital dalam pertanian, hingga gagasan memperluas program pendampingan ke desa-desa terpencil.
Beberapa penyuluh muda menyampaikan ide segar, seperti penerapan sistem informasi pertanian berbasis aplikasi dan pemanfaatan media sosial untuk edukasi petani. Hal ini menegaskan bahwa regenerasi memang dibutuhkan, agar Perhiptani tidak hanya bertahan tetapi juga terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.
Di akhir kegiatan, seluruh pengurus DPD Perhiptani Kabupaten Banjar sepakat untuk menjaga soliditas dan melaksanakan program yang telah dirumuskan. Komitmen itu ditegaskan bersama, bahwa penyuluh harus tetap menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani menuju pertanian yang lebih modern, mandiri, dan berdaya saing.
“Pertanian Banjar tidak akan maju tanpa kerja nyata penyuluh. Karena itu, kita harus terus bergerak bersama, saling mendukung, dan mengawal setiap program hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” tutup salah satu peserta Rakor.



