REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya menghidupkan ketahanan pangan dari akar rumput kembali digelorakan di Kabupaten Banjar. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan mendorong geliat budidaya perikanan air tawar sebagai solusi konkret menghadapi tantangan pangan. Salah satu inisiatif terbarunya terlihat di Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan, Kamis (26/6/2025), saat kelompok tani perikanan “Tabulihin” memulai program perdananya dengan menebar 3.000 ekor benih ikan haruan (Channa striata).
Ikan lokal khas Kalimantan ini ditebar di kolam berukuran 8×8 meter, dan menjadi simbol dimulainya gerakan desa mandiri pangan yang memanfaatkan potensi lokal serta dukungan teknologi tepat guna. Meski baru pertama kali dilakukan oleh kelompok Tabulihin, kegiatan ini sudah mendapat apresiasi tinggi karena dinilai mampu membuka harapan baru bagi ketahanan pangan dan ekonomi keluarga desa.
Program ini mengadopsi skema basis desa, yaitu pendekatan pembangunan yang memposisikan desa sebagai motor penggerak perubahan. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung dan mengandalkan kearifan lokal, budidaya ikan haruan ini bukan sekadar proyek, tapi sebuah gerakan yang menyentuh kebutuhan riil warga.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, S.Pi., M.S., menegaskan bahwa penebaran ikan ini merupakan bagian dari strategi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis komunitas.
“Kegiatan ini bukan hanya budidaya, ini adalah bagian dari nawacita Presiden Prabowo yang menempatkan ketahanan pangan sebagai pondasi kedaulatan bangsa. Kami mulai dari desa, karena desa adalah tulang punggung ketahanan nasional,” ujar Bandi dengan penuh semangat.
Ikan haruan atau gabus dikenal tidak hanya sebagai sumber protein, tetapi juga memiliki khasiat tinggi dalam pemulihan pasca sakit maupun melahirkan. Di sisi lain, nilai ekonominya pun menjanjikan. Permintaan pasar terhadap haruan di Kabupaten Banjar sangat tinggi, dan harga jualnya stabil bahkan terus meningkat.
Sardi, salah satu petani yang tergabung dalam kelompok Tabulihin menyampaikan, benih yang ditebar berukuran 6×7 cm. Ia optimis langkah awal ini akan membawa manfaat besar.
“Kami baru memulai, tapi kami yakin. Konsumsi haruan di Banjar sangat tinggi, harganya menggiurkan, dan pemasarannya pun tidak sulit. Ini potensi besar untuk masyarakat,” ungkapnya.
Kelompok Budidaya Ikan menargetkan panen perdana dalam waktu 4 hingga 5 bulan ke depan. Dalam kurun tersebut, mereka akan mengikuti pelatihan intensif terkait manajemen kolam, pemberian pakan alami dan pabrikan, serta pengendalian penyakit ikan.
Tak hanya menebar benih, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar juga melakukan pengukuran kualitas air kolam. Parameter seperti pH, kadar oksigen terlarut, suhu, dan kekeruhan air diperiksa secara berkala untuk menjamin kondisi ideal bagi pertumbuhan ikan.
“Air adalah faktor krusial dalam budidaya. Kalau airnya tidak sehat, ikannya bisa stres bahkan mati. Maka kami lakukan pengecekan rutin agar kualitas tetap optimal,” jelas Bandi.
Kepala Desa Karang Intan beserta jajaran perangkat desa menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Menurutnya, keterlibatan warga dan komitmen pemerintah daerah menjadi sinergi yang kuat dalam membangun desa mandiri pangan.
Perwakilan dari Dinas Perikanan Kabupaten Banjar juga menyampaikan bahwa potensi perikanan air tawar di Banjar sangat besar, namun masih banyak lahan dan sumber daya yang belum dimanfaatkan maksimal. Karena itu, program seperti ini akan terus diperluas dan difasilitasi agar menjangkau lebih banyak desa.
Kelompok Pembudidaya Ikan Tabulihin tak berhenti di sini. Dalam jangka panjang, mereka berencana mengembangkan sistem budidaya terpadu yang menggabungkan perikanan, pertanian, dan peternakan skala rumah tangga. Tujuannya, menciptakan siklus produksi pangan berkelanjutan dan mandiri.
Dengan semangat gotong royong dan pembinaan berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi model percontohan desa mandiri pangan di Kalimantan Selatan, dan menjadi inspirasi nasional bahwa ketahanan pangan sejati dimulai dari desa, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Targetkan Pembentukan DPRT, PSI Kalsel Siapkan Kunjungan Jokowi ke Banua
REDAKSI8.COM, KALSEL - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan pembentukan struktur Dewan Pimpinan Ranting...



