REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Operasional penerbangan Calon Jemaah Haji (CJH) dari Embarkasi Banjarmasin akan diberangkatkan ke tanah suci menggunakan maskapai Lion Air jenis Airbus A330-300CEO.
Dimana Lion Air resmi menjadi salah satu maskapai penerbangan pilihan Pemerintah untuk menjalankan ibadah haji di tahun 2025 ini.

General Manager (GM) Bandara Syamsuddin Noor Khaerul Assidiqi mengatakan, melalui maskapai Lion Air, Kementerian Agama (Kemenag) memberikan layanan terbaik bagi jemaah yang melakukan perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi, termasuk CJH di Embarkasi Banjarmasin.
“Jadi ada beberapa area atau beberapa daerah yang memang dilayani oleh Lion Air,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dalam waktu dekat ini, katanya Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin tengah bersiap menyambut pelaksanaan keberangkatan CJH asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diperikirakan berangkat pada tanggal 3 Mei 2025.
“CJH asal Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan tengah ada total 13 kloter yang akan kita layani untuk penerbangan haji,” sebutnya.
Khaerul memastikan, pelaksanaan pelayanan keberangkatan CJH dari Embarkasi Banjarmasin, termasuk antisipasi beberapa hal dan juga kondisi yang memungkinkan terjadi dapat berjalan dengan baik.
“Nanti juga akan distandbykan satu pesawat lagi sebagai backup. Kita harapkan insyaAllah penerbangan haji dari Bandara Syamsuddin Noor bisa berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.
Adapun antisipasi yang telah dilakukan sejak awal yaitu koordinasi dengan berbagai pihak, seperti dengan balai karantina kesehatan yang menyediakan tenaga medis pendamping untuk CJH.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kloter itu akan memiliki tenaga medis pendamping.
Bahkan, disetiap CJH juga dilakukan discreening mengenai dengan kondisi kesehatannya dari para jemaah, sehingga pihaknya juga dapat mempersiapkan treatment apa yang diperlukan bagi jemaah tersebut.
“Jika pun diperlukan kursi roda, dari balai karantina kesehatan dari tim pendamping PPIH juga dari ground heling kita juga akan menyesuaikan kebutuhan dari jemaah,” jelasnya.
“Kondisi-kondisi seperti ini kita harapkan sudah bisa diantisipasi sejak awal,” tutupnya.



