REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Lebih dari 200 anggota dan pengurus Perkumpulan Dayak Meratus (KUMDATUS) Tanah Bumbu berkumpul dalam sebuah konsolidasi besar di Gedung Rumah Oleh-Oleh Bersujud, Pasar Minggu, Sabtu (22/2/2025).
Dengan mengusung tema “Silaturahim, Syukuran, dan Rapat Kerja Warga Dayak Meratus”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat persatuan serta membangun strategi untuk kemajuan masyarakat Dayak.
Tidak hanya dihadiri oleh anggota KUMDATUS, acara ini juga menarik perhatian berbagai pihak, termasuk perwakilan Dewan Adat Dayak, Badan Kesbangpol, serta pejabat daerah seperti Asisten II Bupati Tanah Bumbu, Camat Simpang Empat, Kapolsek, Danramil, dan beberapa organisasi Dayak lainnya.
Ketua KUMDATUS, Hamdani Achmad, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat solidaritas dan menyamakan visi pembangunan daerah.
“Kami ingin menciptakan hubungan yang lebih erat antaranggota serta membangun sinergi dengan berbagai pihak. Ini adalah langkah awal untuk menggali potensi masyarakat Dayak dan mengarahkannya ke arah yang lebih baik,” ujar Hamdani.
Pemilihan lokasi Gedung Rumah Oleh-Oleh Bersujud pun memiliki makna tersendiri. Menurut Hamdani, tempat ini melambangkan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, terutama dalam mendukung usaha kecil dan menengah (UKM).

“Kami berharap masyarakat adat Dayak bisa termotivasi dan belajar dari sini untuk mengembangkan usaha mereka sendiri. Dengan dukungan dan pendampingan yang tepat, mereka bisa meningkatkan taraf hidup,” tambahnya.

Selain menjadi ajang silaturahim, acara ini juga dimanfaatkan sebagai rapat kerja. Hamdani menjelaskan bahwa menggabungkan dua agenda ini adalah strategi untuk efisiensi anggaran dan waktu.
“Kami ingin lebih efektif dalam menjalankan program. Selain itu, pertemuan tatap muka seperti ini memberikan kesempatan bagi anggota yang selama ini hanya berkomunikasi lewat grup WhatsApp untuk berdiskusi langsung dan memperkuat kerja sama,” jelasnya.
KUMDATUS juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap organisasi mereka. Badan Kesbangpol telah memberikan dana hibah guna mendukung berbagai program pengembangan masyarakat adat.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan ini. Ini adalah bentuk nyata dari kepedulian pemerintah dalam membantu kami menjaga dan mengembangkan kebudayaan serta kesejahteraan masyarakat Dayak,” ungkap Hamdani.
Salah satu misi utama KUMDATUS adalah melestarikan identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi yang semakin cepat. Hamdani menegaskan bahwa organisasi ini akan terus berkomitmen dalam menjaga adat dan seni budaya lokal.
“Kami tidak ingin budaya kami terkikis oleh zaman. Kami akan terus menghidupkan seni dan tradisi Dayak, sekaligus mengoptimalkan potensi yang ada demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain aspek budaya, KUMDATUS juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi. Hamdani mengakui bahwa banyak masyarakat adat Dayak masih menghadapi tantangan ekonomi, sehingga pendampingan dan pelatihan menjadi agenda utama organisasi.
“Kami ingin membekali masyarakat dengan keterampilan dan pengetahuan agar mereka dapat lebih mandiri secara ekonomi. Dengan begitu, mereka bisa bersaing dan berkembang lebih baik,” tambahnya.
Ke depan, KUMDATUS berharap dapat memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat lainnya. Menurut Hamdani, kolaborasi yang kuat akan mempercepat pencapaian tujuan mereka.
“Kami yakin dengan sinergi yang solid, pembangunan masyarakat Dayak bisa lebih maju dan sejahtera. Ini bukan hanya untuk kepentingan kami, tetapi juga untuk kemajuan Tanah Bumbu secara keseluruhan,” tutupnya dengan optimis.
Konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran masyarakat Dayak dalam pembangunan daerah. Dengan semangat persatuan dan inovasi, KUMDATUS siap membawa masyarakatnya ke arah yang lebih baik.



