REDAKSI8.COM, BANJAR – Banjir yang melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sejak awal tahun 2025 telah menyebabkan banyak kerugian dan kesulitan bagi masyarakat setempat.
Sebagai bentuk kepedulian, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar melalui Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) menyalurkan bantuan kepada Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Badan Otonom (Banom) yang terdampak banjir, Kamis (13/2/2025).
Bantuan ini diserahkan kepada MWC di beberapa kecamatan seperti Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Astambul, dan Sungai Tabuk. Selain itu, Banom di bawah naungan PCNU seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU Kabupaten Banjar juga menerima bantuan.
Penyerahan bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banjar yang diwakili oleh wakil Ketua Muhammad Zaini dan Abdul Jabbar dan juga wakil sekretaris.


Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banjar, Nuryadi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan hasil sumbangan dari pengurus PCNU. Meskipun jumlahnya tidak besar, ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban para pengurus di tingkat kecamatan yang terdampak banjir.
“Bantuan ini adalah bentuk perhatian kami kepada pengurus yang ada di kecamatan-kecamatan. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berjuang membantu masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Nuryadi.
Nuryadi juga menjelaskan bahwa periode kepengurusan PCNU yang baru, hasil pemilihan pada akhir Desember 2024, masih belum menerima Surat Keputusan (SK). Namun, hal ini tidak menghalangi mereka untuk bergerak cepat membantu masyarakat dan menjalankan kegiatan PCNU.
“Kami menyadari bahwa banjir di Kabupaten Banjar adalah masalah yang berulang setiap tahun. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas Lazisnu agar dapat memberikan bantuan yang lebih besar dan lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Nuryadi.
Banjir di Kabupaten Banjar merupakan bencana alam yang hampir setiap tahun terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir yang terjadi semakin parah dan menyebabkan banyak rumah warga terendam air. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.



