REDAKSI8.COM, BANJAR – Pendistribusian Logistik Pilkada serentak tahun 2024 ke daerah terpencil menjadi tantangan tersendiri bagi personel Babinsa Dan Bhabinkamtibmas. Dengan kondisi medan yang cukup solid mengharuskan kondisi tubuh harus prima.
Di Kabupaten Banjar sendiri ada wilayah perairan dan juga pegunungan yang ditempuh harus menggunakan kendaraan roda dua dan wilayah perairan yang harus ditempuh dengan menggunakan perahu atau kapal.
Babinsa dan Babinkamtibmas yang mengawal Pilkada di Kecamatan Aluh-Aluh dan Sungai Pinang Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, mereka harus mengantar logistik Pilkada hari ini, Selasa (26/11/2024) karena harus digunakan besok, 27 November 2024.
Danramil 1006-11/Aluh-Aluh Kapten Cku Agus Prayitno saat melepas Logistik dan Personil Pengamanan TPS bersama Camat dan Kapolsek menyebutkan mereka para Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga petugas Penyelenggara mengawal distribusi kotak suara dan perlengkapan TPS lainnya menuju Desa Terpencil dan melalui jalur air.
TPS yang mereka tuju ada 12 Desa semua harus melalui sungai dengan menggunakan sarana kelotok atau kapal kecil, bahkan jauh tempat terpencil. Dan pendistribusian logistik Pilkada di desa-desa pedalaman tersebut membutuhkan perjuangan yang tidak main-main dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami harus bekerja keras karena harus menempuh perjalanan melalui sungai yang dengan cuaca dan angin yang terkadang tidak menentu sehingga membutuhkan perjuangan untuk sampai ke lokasi,” ungkap Danramil.
Ia menjelaskan, tidak hanya keselamatan diri yang dijaga, tapi juga sebagai aparat keamanan bersama penyelenggara Pilkada juga wajib memastikan logistik Pilkada aman dan tidak rusak.
Berbeda dengan daerah pegunungan. Jajaran Koramil 1006-01/Sungai Pinang dan Polsek Sungai Pinang Lettu Inf Dudy Suaspriyadi mengatakan, wilayahnya juga daerah pedalaman dengan kondisi geografis, khususnya desa Kahelaan, Kecamatan Paramasan Bawah dan atas menuju desa tersebut harus menggunakan sepeda motor trail.
Kondisi jalan setapak pedesaan kini becek tanah jadi bubur akibat diguyur hujan dan juga kondisi jembatan kecil masuk jalan sempit menyusuri hutan dengan desa yang terisolasi itu seringkali menjadi kendala dalam distribusi logistik Pilkada karena lokasinya berada di lereng gunung.
Yang menjadi tantangan adalah faktor cuaca yang terkadang kurang mendukung dalam distribusi, menempuh perjalanan melalui sungai dan Kampung dilanjutkan dengan berjalan kaki harus ditempuh untuk pengiriman logistik Pilkada hingga sampai ke tempat pemungutan suara (TPS).




